Retreat PMK FK 2019

 

Untuk menyambut mahasiswa baru angkatan 2019, panitia retret dari angkatan 2017  berjumlah 35 orang  mengadakan acara retreat yang bertemakan Let Love Lead. Tema ini diambil dari  1 Yohanes 4:7-8 “Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah, Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih” dan dari Roma 12:10 “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat”. Kita telah menerima kasih dari Allah, kita juga harus memberikan kasih yang sudah kita terima kepada orang tua, teman-teman, dosen, dan kepada siapa saja yang kita jumpai.

Kegiatan retreat dilaksanakan tanggal 19-20 Oktober 2019 bertempatkan di Lembah Kemenangan Solafide, Ungaran. Peserta retret berjumlah 82 orang dari angkatan 2019, 2018, 2016, dan 2015. Peserta mulai berkumpul di Fakultas Kedokteran Undip Tembalang hari Sabtu pukul 07.00 dan bersiap berangkat bersama-sama ke lokasi retret. Acara dimulai pukul 09.00 dengan doa pembuka, kata sambutan dari ketua PMK FK Anetta Ayu dan ketua retret Andrew Mulyono, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan pin kepada komting PMK angkatan 2019 Kevin Manuel sebagai bentuk penyambutan kepada angkatan 2019 untuk bergabung di dalam keluarga PMK FK. Sesi 1 bertemakan We are Loved dibawakan oleh ko Albertus Dwi Saputra menjelaskan mengenai apa itu kasih, baik kasih agape, philia, eros, dan storge. Selain itu juga mengingatkan kita bahwa Tuhan Yesus benar-benar mengasihi kita lewat pengorbanannya di kayu salib untuk menyelamatkan kita manusia yang berdosa. Diadakan sesi tanya jawab yang membahas hal-hal yang dialami oleh peserta seputar kasih dan pasangan hidup. Sesi 2 bertemakan Scars dibawakan oleh ci Tabita Ade membahas luka-luka yang membuat kita sulit untuk mengasihi dan di sesi ini peserta yang ingin menyembuhkan luka-luka tersebut diajak untuk maju ke altar untuk berdoa ke Tuhan agar hatinya dapat dipulihkan. Sesi 3 diadakan Small Group Discussion peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk saling berbagi cerita dan kesaksian mengenai kasih Allah dalam hidup mereka masing-masing, apakah mereka sudah mengasihi sesama, dan hambatan dalam mengasihi yang mereka rasakan. Sesi 4 bertemakan Do and Don’t dibawakan oleh Pdt. Nathanael Sitepu membahas mengenai hal-hal yang seharusnya kita lakukan dan hal-hal yang tidak seharusnya kita lakukan. Selanjutnya diadakan sesi bonfire dimulai dengan memuji dan menyembah Tuhan, games, kemudian peserta saling mendoakan, dan pembakaran kertas yang bertuliskan dosa kesalahan yang ingin kita buang dalam hidup kita.

Hari Minggu dimulai dengan saat teduh bersama pukul 05.30, kemudian dilanjutkan outbound yang diikuti oleh peserta dengan sangat semangat dan antusias. Setelah sarapan dan mandi peserta kembali mengikuti Sesi 5 bertemakan Let Love Lead yang dibawakan oleh dr. Lusiana Batubara, M.Si.Med yang membahas pelayanan Tuhan Yesus yang didasari oleh kasih dan rela berkorban perasaan, waktu, tenaga. Kita juga diingatkan untuk memiliki kasih di dalam dunia profesi kita masing-masing nantinya. Sesi 6 diadakan pengenalan pengurus PMK agar menarik minat MKFK yang ada untuk mau mendaftar menjadi pengurus PMK. Acara ditutup dengan pembagian hadiah untuk semua kelompok, doa penutup, dan foto bersama.

Panitia mempersiapkan acara selama 3 bulan mulai dari pembentukan panitia yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, sie acara, sie humas, sie doa, sie PDD, sie perkap, sie akotrans, dan sie danus. Masing-masing panitia merasakan campur tangan Tuhan yang luarbiasa ajaib dalam mempersiapkan acara retret ini, banyak sekali bantuan-bantuan yang disediakan lewat kakak tingkat dan para alumni yang membantu kami panitia dalam mempersiapkan acara retret ini hingga bisa terlaksana dengan sukses. Lewat acara retret ini saya belajar untuk menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan, mengasihi sesama, mau bayar harga, berdoa dan berpuasa, dan status kita sebagai hamba. Dalam Lukas 17:7-10 saya diingatkan bahwa apa pun yang kita lakukan di dalam pelayanan kita bagi Kristus, kita haruslah tetap bersikap rendah hati dan tidak menganggap kesuksesan dari pelayanan yang kita lakukan adalah karena kehebatan yang kita punya. Selain itu, kita juga tidak boleh  beranggapan bahwa kita layak menerima kebaikan dari-Nya, atau menuntutnya sebagai piutang kita karena kita sudah melakukan pekerjaan yang Tuhan beri kepada kita.

Terimakasih Tuhan Yesus Memberkati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s