Maukah Engkau Sembuh

Kejadian 1 :31a : “Maka Allah melihat segala yang dijadikanNya itu, sungguh amat baik.”

A. Kerinduan Tuhan Yesus

Setiap orang punya “luka” baik dosa maupun luka hati, dan Tuhan sangat ingin menyembuhkan luka kita. Karena  Yesus tidak hanya mau menyembuhkan bagian luar / fisik saja tapi semua yang di dalam juga, hati dan jiwa kita.

Matius 4 : 23-24.

B. Gejala Luka yang Tidak Dibereskan

Kejadian 3 : 7-9

Dalam hidup pasti ada luka. Namun perhatikan gejala luka yang ada racunnya, luka yang bisa menjadi infeksi, yaitu luka-luka yang didalamnya ada yang dinamakan kuasa dosa.

Perhatikan jika kita mengalami sesuatu dan tiba-tiba dalam hidup kita seakan-akan ada sesuatu yang lepas, jadi susah berdoa, susah menyembah, dan terasa sangat berat. Setiap dosa membuat kita ada jarak dengan Tuhan.

Gejala Luka yang tidak dibereskan :

  1. Meragukan Tuhan

Kejadian 3 :1-6. Hawa lebih percaya perkataan ular daripada Tuhan. Ketidakpercayaan kepada Tuhan dan mulai meragukan Tuhan menjadi celah besar yang membuat masuk dalam dosa yang lebih dalam. Seharusnya saat kita sungguh-sungguh percaya Tuhan, semenarik apapun tidak akan membuat kita tergoda, “saya tidak peduli seenak dan senikmat apapun, karena kalau Tuhan melarang berarti itu jelek buat saya”.

Jika kita mau berkemenangan, bereskan setiap luka, setiap dosa. Jangan tunggu.

  1. Berusaha Menutupi

Dosa dan luka jangan ditutupi, tapi akui dan bereskan. Akibat ditutupi, seseorang tidak bisa dikasih dan mengasihi, tidak bisa menerima pendapat.

Buat keputusan untuk membiarkan Tuhan membuka semuanya dalam hidup. Pada waktu kita mulai terbuka di depan Tuhan dan pemimpin rohani, bahkan mulai belajar serta mendengar dengan baik maka ini awal kesembuhan.

  1. Mulai menyembunyikan diri

Saat mulai sembunyi dari saudara-saudara kita, bahkan untuk berdoa, bertemu Tuhan saja mulai malas, bertemu teman juga malas, waspadai!

  1. Mencari-cari alasan dan tidak fokus lagi

Pada waktu kita ada di dalam ikatan dosa seringkali kita tidak berani duduk diam merenung dan mengakui kepada Tuhan, melainkan memilih untuk terus lari dan menjauh dari Tuhan, dengan demikian kita hanya berputar-putar di tempat, dan membuat kita tidak sembuh-sembuh. Berdiam diri dan tidak mencari alasan adalah awal pemulihan

  1. Merasa ketakutan

Perasaan ketakutan untuk datang ke Tuhan atau bahkan pemimpin rohani adalah gejala dosa.

Tuhan sangat mengasihi kita, jangan takut untuk datang padaNya dengan keterbukaan. Pada saat kita bisa datang dengan keterbukaan, maka hubungan dengan Tuhan akan hidup, nyata dan menyembuhkan.

  1. Berdalih dan menyalahkan orang lain

Dosa membuat manusia mencari alasan untuk setiap kesalahannya, menyalahkan kondisi atau orang lain. Tapi ketahuilah setiap bentuk kemarahan karena kita tidak puas dengan segala sesuatu yang kita lampiaskan kepada orang-orang dan sebenarnya kita sedang marah dengan Tuhan. Berdalih, menyalahkan orang lain, mencari alasan adalah cara iblis membuat luka seolah-olah sembuh tapi justru memperparah keadaan yang membawa kepada maut.

Memang kita tidak bisa mengontrol apa yang orang lain akan lakukan kepada kita, namun kita bisa mengontrol reaksi kita seperti apa.

C. Akibat dari Luka yang Tidak Dibereskan

Kejadian 3:14-19

  1. Hidup kita akan penuh permusuhan dengan permusuhan dengan semua orang

Hidup dalam permusuhkan karena kelihatannya bagi kita semua orang lain lah yang salah dan kita sendiri yang benar. Jika tidak benar-benar bertobat dalam fase ini ujungnya bisa sangat mengerikan.

  1. Mengalami penderitaan, kesakitan yang terus menerus.
  2. Selalu berahi dan tidak pernah puas akan apapun juga.

Kata berahi dari bahasa aslinya adalah ‘keadaan tidak pernah puas’.

Apapun boleh terjadi, namun kalau kita punya damai, hati ini bisa tetap puas, bisa tetap menerima walau bagaimanapun keadaan kita. Kita mesti sadar bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Punya uang banyak, mobil banyak sekalipun bisa tidak puas, karena semua itu masalah hati. Dan dosa yang tidak dibereskan mendatangkan kutuk yang membuat kita kita tidak pernah puas dengan apapun yang kita miliki.

Pengucapan syukur membuat kita bisa merasa puas dengan apapun. Ketika kita puas dengan keadaan kita, hidup kita akan penuh dengan pengucapan syukur, dan pengucapan syukur ini yang membuat hidup kita semakin diberkati.

D. Ciri-ciri Luka yang tidak Dibereskan dan Semakin parah

Keluaran 4 :1-16

  1. Menjadi muram dan marah.

Ketika hati kita tidak beres, maka apapun juga bisa membuat marah. Dalam hidup ini luka bisa terjadi kapan saja, dengan siapa saja. Jadi luka tidak boleh menjadi alasan, karena Firman Tuhan berkata kita harus berkuasa atas dosa.

  1. Tidak peduli dengan yang lain

Apapun keadaan kita, Tuhan tidak mengkehendaki kita hidup untuk diri sendiri. Walau bagaimanapun kita harus saling menjaga.

E. Bagaimana menjadi sembuh?

  1. Menyadari keadaan kita

Mazmur 73 : 21-28

Dalam hidup kita harus jujur mengakui kadaan kita di hadapan Tuhan. Pemazmur menyadari benar hal ini, tidak menyalahkan siapapun, juga tidak membuat alasan apapun. Sadari akan hal ini dan belajar mengakui satu persatu dosa atau keadaan kita dan bukan berdalih atau menyalahkan orang lain.

Pengakuan itu saat penting, tidak peduli seperti apa keadaan kita, tidak perlu melihat bagaimana keadaan kita. Kita harus minta Tuhan mau membereskan hati kita. Tuhan mau menyembuhkan kita, Tuhan mau memulihkan kita. Dia Tuhan yang mengerti semua yang terjadi dalam hidup kita, Dia Tuhan yang peduli.

Jadi kita yang harus mengakui kita ini siapa, mengakui keberadaan kita.

2 Korintus 12:9-10.

Jangan takut dan ragu untuk membawa semua kelemahan kita ke Tuhan, bersikap jujur dan apa adanya. Jadi flexible, mudah dibentuk. Biarkan Tuhan ubahkan semua yang buruk menjadi baik. Namun perlu diingat untuk semua ada waktunya,  Tuhan perlu mendidik hati kita sejak kita masih di bawah sekali. Pada waktunya Dia pasti membawa kita naik ke atas.

Sesungguhnya tidak ada luka yang sangat dalam yang tidak bisa disembuhkan. Karena Tuhan menanggung semuanya bagi kita. Yesaya 53:4-5

  1. Tinggal Dekat Allah

Apapun boleh trjadi atas hidup kita, tapi jangan pernah beranjak menjauh dari Tuhan.

Tinggal dekat Allah juga bicara tentang fokus kita ke Tuhan yang tidak tergoyahkan.  Fokus kita, mata kita, kesukaan kita hanya ke Tuhan. Memang butuh proses waktu, tapi jika kita bisa sampai ke titik ini, kita pasti sembuh, karena tinggal dekat Allah itu berkata tidak ada lagi yang kita ingini di bumi dan di surga kecuali Tuhan saja.

Tidak ada manusia yang sempurna di dunia. Bahkan keluarga kita juga tidak sempurna, tapi biar semua yang tidak sempurna itu kita bawa kepada Tuhan dan itu akan membuat kita bisa memiliki hati yang menerima dan damai. Hati yang cukup dan puas dengan apapun yang Tuhan tawarkan dan berikan. Fokus ke Tuhan dan tinggal dekat Allah itu kunci yang sangat berharga.

F. Penutup

Jangan mengasihani diri sendiri dan minta dimengerti, karena itu semua kesembuhan yang palsu. Itu cuma seperti obat penenang yang membuat kecanduan dan ujungnya tidak pernah disembuhkan.

Bersikaplah seperti yang Tuhan ajarkan, mengampuni, berdiri lagi, jalan lagi dan lari lagi meraih yang Tuhan sediakan bagi kita. Kita harus memilih untuk tetap sembuh, karena itu bagian kita.

Mengampuni adalah soal tindakan bukan soal perasaan. Hanya ada 2 pilihan : kita mengampuni atau kita tetap tinggal dalam dosa.

Tinggal dekat Tuhan, nikmati kasihNya, taati Tuhan, maka yang ilahi mengalir dan membawa kesembuhan yang ajaib.

Jangan fokus pada dosa, jangan fokus pada luka, tapi fokus pada Tuhan, cintaNya serta harapanNya pada kita.

Yesus bertanya pada kita, “Maukah engkau sembuh?” Karena Yesus tahu, banyak yang tidak cukup bertekad, tidak cukup rela meninggalkan zona nyaman, mengasihani diri dan beralasan, bahkan tidak berani melawan daging dan dosa untuk sembuh.

Reaksi kita yang menentukan seberapa Tuhan diberi hak untuk bebas jadi dokter yang menyembuhkan kita dengan caraNya. Kerinduannya melihat kita sembuh tapi seberapa kita mau sembuh?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s