1 Samuel 16:1-7

Ketika Nabi Samuel pergi ke Betlehem dengan tujuan mengurapi salah seorang anak Isai untuk menjadi raja berikutnya, ia melihat Eliab, anak sulung Isai. Samuel sangat terkesan dengan paras Eliab dan mengira ia sudah menemukan orang yang tepat, tetapi Tuhan menolak Eliab. Allah mengingatkan Samuel bahwa “bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati” (1Sam. 16:7).

Kemudian Samuel menanyakan anak-anak Isai lainnya. Anak yang bungsu tidak hadir karena sedang menggembalakan kambing domba. Kemudian anak yang bernama Daud itu dipanggil dan Tuhan pun mengarahkan Samuel untuk mengurapinya.

Kita sering melihat manusia dari penampilan luarnya saja dan tidak sungguh-sungguh meluangkan waktu untuk mengenal keindahan diri mereka yang kadang tersembunyi. Kita tidak selalu menghargai apa yang Allah hargai. Namun, seandainya kita mengambil waktu untuk memperhatikan apa yang ada di balik penampilan luar seseorang, mungkin saja kita akan menemukan keindahan yang tak terduga. —Lisa Samra

Yesaya 44:1-5

Dalam perikop ini Yesaya menyampaikan pesan dari Tuhan bahwa umat Israel adalah umat pilihan Allah dan Allah akan memberikan kuasa kepada keturunan nya dan memberkati cucu nya (yesaya 44:2-3). Lalu umut Israel merespon dengan kebanggaan bahwa mereka adalah anggota keluarga Allah, mereka milik Allah (yesaya 44:5).

Teman-teman, Allah kali ini juga mau mengatakan hal yang sama kepada kita, bahwa kita adalah umat pilihan Nya dan Allah akan memberkati kita. Bagaimana respon kita?? Kita harusnya bangga sama seperti umat Israel—bangga menjadi anggota keluarga Allah, milik Allah.

Sebagai anggota keluarga Allah, sebaiknya kita pun bersikap, bertutur kata seperti anggota keluarga Allah—seperti Allah yang adalah kepala keluarga. Supaya lewat sikap dan tutur kata kita, orang lain melihat Kristus di dalam kita—karna kita adalah milik Kristus.

Selamat pagi😁
Tuhan memberkati😇

Filipi 3:7-14

Apa sukacita terbesar mu selama hidup?? Mungkin kita akan spontan menjawab bertemu dengan orang terkenal, atau masuk PTN ternama, atau menjadi sang juara.
Dalam perikop ini, paulus mengatakan bahwa sukacita terbesarnya adalah ketika dia mengenal Yesus—lebih mulia dari segalanya (filipi 3:8).

Mari teman-teman belajar dari teladan Paulus bahwa sukacita terbesar kita bukan soal menjadi sang juara, bertemu orang terkenal, atau masuk PTN ternama tapi lebih dari itu— pengenalan akan Yesus dan persekutuan dengan Nya merupakan sukacita terbesar kita.

Betapa berlimpah dan sukacita nya hidup kita apabila kita menjadikan Yesus dan persekutuan bersama Nya menjadi prioritas dalam hidup kita.

Selamat pagi:))
Tuhan Yesus memberkati :))

Filipi 1:12-24

Paulus menyadari bahwa setiap tarikan napasnya merupakan kesempatan untuk melayani dan memuliakan Allah. Jadi Paulus memakai hari-hari nya untuk melayani dan memuliakan Allah. Sampai saat dia menulis surat ini untuk jemaat Filipi, dia sedang di penjara karna Kristus.
Seperti Paulus, begitu pula kita sebaiknya memakai waktu yang ada untuk terus melayani dan memuliakan Tuhan. Supaya ketika waktu Nya datang, Tuhan panggil kita. Dia akan temukan kita sedang melayani Nya.

Mari berdoa supaya Tuhan mampukan kita untuk melayani Nya di setiap tarikan napas kita supaya setiap momen di sisa hidup kita menjadi berarti bagi kerajaan Nya.

Selamat pagi:))
Semangat beraktivitas:))
Tuhan memberkati