Kepengurusan BSO (Badan Semi Organisasi) PMK Fakultas Kedokteran Undip

BSO PMK

Halooo syalom kakak-kakak, teman, adik-adik PMKK semua. Perkenalkan saya Yohanes Daniel Dwi Wirya Badawi, PMKK angkatan 2012, yang lebih akrab dipanggil Daniel. Saya adalah Ketua BSO PMK FK UNDIP dan saat ini saya rindu untuk sharing dan memperkenalkan apa itu BSO PMK FK UNDIP dan kepengurusannya. Puji syukur kepada Tuhan kita karena Dia boleh memberikan kepercayaan dan tugas kepada PMKK untuk menjangkau saudara-saudara kami di program studi keperawatan dan ilmu gizi lewat BSO PMK FK UNDIP ini. BSO merupakan suatu Badan Semi Organisasi dan BSO PMK FK UNDIP baru terbentuk tahun ini. Awalnya dimulai dari SK Rektor yang menyatakan bahwa untuk setiap organisasi kerohanian dikampus itu harus ada yang mewakili setiap fakultasnya. Selama ini orang menganggap bahwa PMKK itu mewakili FK padahal hanya mewakili kedokteran umum. Jadi sudah ada persekutuan juga di keperawatan dan gizi tetapi tidak begitu jalan seperti di prodi kedokteran umum. Dan sebenarnya ini jugalah yang menjadi permasalahan sejak dulu, karena kita meski satu fakultas, tetapi berbeda tempat kuliah, jadi sulit untuk bisa berinteraksi dan bersekutu dengan mereka. Keperawatan ada di Undip Tembalang, Kedokteran di daerah RS Kariadi dan Gizi di Undip Pleburan sehingga kami tidak pernah bertemu mereka. Namun sekalipun kami memang terpisah oleh tempat, PMKK sendiri sejak dulu telah memiliki kerinduan untuk dapat menjangkau keperawatan dan gizi bahkan rindu mengajak mereka untuk bersekutu bersama. Mungkin dulu itu hanya menjadi mimpi dan iman kami PMKK, sekalipun kami juga bingung dan tidak tahu bagaimana caranya. Tetapi saya percaya, Tuhan kita itu luar biasa, Dia mengerti kapan waktunya yang terbaik untuk menjangkau mereka, dan saya percaya saat inilah waktunya, supaya tidak hanya anak-anak Tuhan di kedokteran umum tetapi juga di keperawatan dan gizi juga boleh menjadi berkat dimana pun Tuhan tempatkan. Sejak kuliah FK dipindah keatas dan kebetulan ketua BEM KU-nya juga menyatukan FK, sehingga 2 tahun ini BEM KU berubah menjadi BEM FK dan untuk kedokterannya sendiri bernama HIMA-KU. Jadi ketua BEMnya ingin membuat organisasi-organisasi tingkat fakultas, juga sekalian menyatukan teman-teman dari keperawatan dan gizi. Baca lebih lanjut

Komunitas PMKK Alumni

Shalom kakak-kakak dokter Alumni PMKK dan adik-adik PMKK semua.

Perkenalkan saya dr. Fransiska Sutrisno, atau saya lebih familiar di panggil Ncis atau Kak Ncis, saya dan teman-teman baru saja lulus menjadi dokter, sekaligus baru menjadi alumni di PMKK. Izinkan saya menyampaikan sharing tentang PMKK Alumni dan Pengurusnya. Pada awalnya, memang dari dulu setelah PMKK terbentuk, ada yang disebut sebagai Alumni PMKK, yaitu sebuah komunitas yang didalamnya berisi kakak-kakak yang telah lulus menjadi dokter dan yang dulu pernah bersama-sama di PMKK. Namun, seiring dengan waktu, dan karena keterbatasan dari jumlah pengurus PMKK itu sendiri, sehingga PMKK mengalami kesulitan di dalam menjalin hubungan dengan para alumni. Tetapi Tuhan yang kita sembah sungguh amat baik. Sampai saat ini, Dia boleh terus sertai PMKK, bahkan didalam kepengurusan sehingga jumlahnya pun Dia tambahkan.

PMKK ALUMNI

Kerinduan awal untuk menghidupkan kembali komunitas PMKK Alumni adalah bahwa kami dan PMKK sangat rindu untuk menjalin kembali tali persaudaraan dengan kakak-kakak kami alumni PMKK, biarlah tali yang dulu sudah pernah ada boleh kembali terpasang sampai kapan pun. Baca lebih lanjut

Sharing MMC: Tiga Minggu Pertama di Serukam

Oleh dr. Ratna Indriana Donggori dan dr. Estica Tiurmauli Sihombing

Syaloom, perkenalkan kami dr. Ratna Indriana dan dr. Estica Tiurmauli Sihombing, alumni FK UNDIP 2008, dan kami terpanggil untuk mengikuti MMC X yang diadakan oleh PMdN. Minggu pertama kami, kami habiskan di OMF, Cempaka Putih, Jakarta. Kami tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa Medical Mission Course yang diadakan oleh PMdN dan bekerja sama dengan RSU Bethesda Serukam adalah “real mission” and “this is a real mission trip”. Awalnya kami mengikuti MMC dengan niat dan motivasi untuk bagaimana menjadi dokter yang berkenan di hati Allah. Namun minggu pertama di OMF membuat kami tercengang dan shock, ternyata ini bukan sekedar “belajar mengetahui”. Lebih dari itu, ini “Belajar melakukan kehendak Allah”. “Calling” yang sering kali kami dengar saat PJS dari pendeta ataupun kakak-kakak senior ternyata bukan sekedar “calling” yang semu atau kamuflase. “calling” yang dimaksud adalah benar-benar dari ALLAH dan itu cukup membuat kami shock apakah benar kami bisa sungguh-sungguh mendengar “calling” yang dimaksud. Hari demi hari yang kami lalui di OMF membuat kami banyak belajar dan kami cukup banyak tahu bahwa kami tidak tahu apa-apa tentang Alkitab yang selama ini kami baca dan Allah serta pekerjaanNya yang selama ini kami sembah. Setiap pelajaran yang setiap hari kami dapat di OMF benar-benar menjadi bekal sebelum kami ke Serukam. Sampai akhirnya di hari terakhir kami di Jakarta, sempat terbersit dalam hati “Benarkah besok kami akan menginjakkan kaki ke Kalimantan untuk pertama kalinya? Benarkah kami benar-benar dapat menemukan “calling” yang dimaksud? Siapkah kami untuk bermisi?” Baca lebih lanjut

Pokok Doa Alumni bulan April 2015

1. Hubungan pribadi tiap personal dengan Tuhan
2. Atmosfer dunia kesehatan Indonesia supaya Tuhan kontrol
3. Pelayanan dalam karier dan pekerjaan
4. Untuk keluarga dan rumah tangga alumni PMKK
5. Rencana ke depan alumni angkatan 2007 yang akan selesai internsip supaya ditepatkan Tuhan
6. Untuk alumni 2008 yang akan memulai internsip, supaya diberikan wahana yang terbaik menurut Tuhan
7. Persiapan acara gathering alumni PMKK tanggal 26 April
8. Buat bangsa dan negara supaya aman dan damai
9. Supaya dokter alumni PMKK bisa jadi dokter yang berkualitas buat Tuhan

Integritas Seorang Pelayan

Lukas 19:11-27

Dalam salah satu bukunya “The Case of Christianity, C.S. Lewis mengatakan bahwa  manusia adalah makhluk yang percaya pada otoritas. Mengapa demikian? Sembilan puluh persen yang manusia percayai adalah apa yang dikatakan orang lain, seperti: sahabat, kerabat, keluarga, media, para ilmuwan, dan lain-lain. Kita percaya begitu saja tanpa mengujinya sendiri. Kita yakin bahwa orang yang mengatakannya adalah orang yang memiliki integritas dan dapat dipercaya. Demikian halnya Allah tidak pernah ingkar terhadap janji kehidupan kekal dan keadilanNya.

Dalam nas ini, Kristus mengumpamakan diriNya dengan si bangsawan yang adalah calon raja, yang sedang merantau di negeri orang (11-12). Untuk mendapatkan hakNya, Kristus harus memikul seluruh dosa manusia di Golgota. Hanya lewat cara ini, Kristus dapat memperoleh takhta surgawi.

Selama di dunia ini, Kristus mempersiapkan dua belas murid beserta para pengikutNya yang setia. Ia membekali dan mendidik mereka dengan ajaran Allah Bapa, melatih bersaksi tentang Injil Kerajaan Allah, serta menempa agar menjadi saksi dan teladan Kristus di mana-mana. Ia membentuk mereka menjadi manusia baru yang terus disempurnakan (13). Setelah mereka dibekali, Kristus mempercayakan kelanjutan misi BapaNya ke tangan mereka. Ia berjanji akan dating menghakimi orang yang lalai menjalankan tugasnya. Selain itu, ia berjanji akan memberikan penghargaan bagi mereka yang setia dan bertanggungjawab dalam perkara kecil (15-27).

Marilah kita menjadi hamba Kristus yang setia dan dapat dipercaya dalam melayani kehendakNya. Besar kecilnya porsi pelayanan bukanlah hal yang penting. Bukankah anugerah yang kita terima setiap hari, seperti kesehatan, kekayaan, kepintaran, dan lainnya, seharusnya digunakan untuk melayani sesama yang membutuhkan. Setiap jerih lelah ada upahnya. Setiap perilaku kemalasan ada ganjarannya.

Semoga memberkati.

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
2 Timotius 3:16