Pokok Doa PMKK Minggu III Bulan Mei 2016

Pokok Doa

  1. Pembicara dan firman Tuhan yang telah disampaikan
  2. Bangsa Indonesia dan pemerintahan, Semarang dan kota asal masing-masing beserta pemimpinnya
  3. Dekan, pembantu dekan, dosen, staf dan administrasi
  4. KTB di FK Undip
  5. Persiapan MPP dan POR MPP
  6. Natal 2016 (ketua, gereja dll)
  7. Panggilan CPKTB 2016
  8. Uam 2.2 , 4.2 , 6.2 & Iden 2.2, 4.2 serta hasilnya
  9. Persiapan memasuki modul baru
  10. Persiapan KKN
  11. Penelitian KTI
  12. Ujian Koass dan persiapan stase baru
  13. Kelancaran stase koass dan persiapan kompre
  14. Calon Adik kelas PMKK 2016
  15. Kesehatian, kesehatan, keuangan, Pelayanan, kegiatan MKFK, PerAng
  16. Teman-teman yang berulangtahun minggu ini
  17. HPDT MK FK

Warta PJS 20 Mei 2016 ~ Nonton Video Kesaksian

Warta PMKK

PJS – 20 Mei 2016Video Kesaksian

Visi PMKK :
Dokter Kristen yang memiliki Integritas, Profesionalisme, serta Pengabdian yang tinggi dengan motivasi yang benar dalam mewujudkan Misi Allah bagi dunia

Misi PMKK :
Penginjilan, Pemuridan, Pelipatgandaan, Pengutusan

Herlina Dini Nugraheni
Phone : 0857 4089 3800 /  Email : herlinadininugraheni@yahoo.co.id
Rekening PMKK Bank Mandiri a.n Prasarita 1350007348178

Facebook: PMK Kedokteran Undip / Twitter: @PMKK_undip / Instagram: pmkk_fkundip / Web: pmkkundip.org

Baca lebih lanjut

PJS 13 Mei 2016 ~ Manis di Mulut Lain di Hati

 

S__4587552

Syalom teman-teman semua, sebelumnya mimin minta maaf karena tidak mengupload undangan PJS minggu lalu ke web ini ya x_x Tapi (mungkin) kalau mau lihat undangannya kayak apa, ada di IG kok 😀

Yuk, Mari kita sama-sama hadir ke PJS yang akan diadakan besok pada :

Tanggal : 13 Mei 2016

Waktu : 11.30 WIB

Tempat : B318

Semoga kalian semua terberkati di PJS ini 🙂 Thankyou and God bless you ❤

Pokok Doa Alumni Bulan Mei 2016

  1. Hubungan pribadi alumni dengan Tuhan supaya tetap terjaga di tengah kesibukan masing-masing
  2. Pekerjaan para alumni di manapun berada supaya bisa menjadi berkat, diberikan hikmat, kesabaran, dan sukacita dalam menghadapi berbagai macam pasien
  3. Dokter yang melayani di daerah terpencil agar diberikan kesehatan, dilindungi selalu
  4. Dokter yang sedang PPDS, agar diberikan anugerah dalam menyelesaikan studi agar lancar dan tepat waktu
  5. Untuk kehidupan rumah tangga alumni supaya tetap harmonis dalam Tuhan, dan bagi yang masih bergumul pasangan hidup supaya Tuhan pertemukan dengan orang yang tepat di waktu yang tepat
  6. Bersyukur untuk dokter-dokter baru angkatan 2009 yang sudah mendapatkan wahana internsip, semoga dapat menjadi terang dan garam di manapun berada, dan diberi kesehatan selalu
  7. Rencana acara gathering alumni tanggal 5 Juni 2016, supaya acara berjalan lancar dan banyak masyarakat diberkati lewat acara ini
  8. Dokter-dokter angkatan 2008 yang akan selesai internsip, supaya Tuhan beri hikmat untuk menetapkan langkah selanjutnya

Teralihkan

Gadgetku, harus kuakui, sangatlah keren. Semuanya canggih dan fiturnya lengkap. Tetapi ada suatu hal yang kusadari, yang tidak begitu keren: menjadi lebih terkesima dengan barang-barangku daripada kepada Tuhan.

Ini menjadi masalah, bukan menurutku, tetapi menurut Yesus dalam firmanNya di Matius 11 ayat 28.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Saat Tuhan berkata bahwa dapat beristirahat di dalamnya, itulah firmanNya. Berarti, kelegaan yang sejati tidak bisa ditemukan di tempat lain.
Baru-baru ini aku mendengar seorang pendeta di Maryland berkhotbah tentang bedanya istirahat dengan rekreasi. Kita lebih banyak berekreasi daripada betul-betul beristirahat, dan ketika kita berekreasi, seringkali justru kita tidak beristirahat. Contohnya:
Tahun lalu kami sekeluarga pergi ke Disney World untuk rekreasi selama seminggu, dan sepulangnya dari sana aku merasa lebih lelah daripada saat berangkat.
Mungkin aku sudah menyingkir dari berbagai stresor kehidupan, tapi apakah aku sudah sungguh-sungguh beristirahat? Inilah yang Tuhan tunjukkan, bahwa istirahat sesungguhnya berkaitan erat dengan keadaan jiwa kita.

Kita tahu bahwa irama jantung yang baik sangatlah penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Detak jantung yang stabil sangat perlu, kan? Tapi yang lambat kita sadari adalah, jiwa kita pun membutuhkan ritme.
“Kita semua sadar bahwa ritme yang reguler itu penting untuk kesehatan,” ujar Dr. Christine Sine. “Kita juga tahu, bila detak jantung kita ireguler, kita harus memeriksakan diri ke dokter. Namun, kita sering lupa soal ritme spiritual yang sama pentingnya dengan irama fisik dan sama krusialnya untuk kesehatan. Jika hidup kita makin tak terhubung dengan irama firman Tuhan, makin kita tidak mendengar suara hati Tuhan yang bermaksud menolong kita, dan kita jadi tidak sadar dengan gejala-gejala yang seharusnya mengingatkan kita akan kesalahan dan dosa kita.”

Jadi waktu Tuhan berkata, “marilah kepadaKu, Aku akan memberi kelegaan padamu,” kita tak menanggapinya.

Tuhan mencoba lagi, “letakkanlah bebanmu, anakKu. Berjalanlah denganku dan langkahmu akan ringan,” lagi-lagi kita tidak menjawab.

Lalu kata Tuhan: “Aku ingin kau terpesona olehKu, bukan oleh pernak-pernik dunia.” Masih juga kita tak merespon.

Masih sabar dan menanti, untuk keempat kalinya, “Tenang dan lihatlah ke sini. Bersandarlah kepadaku.”

Kita seperti mendengar sesuatu. Tunggu dulu. Apa itu suara Tuhan? Kita melirik ke langit dan berkata, “Hmm, Tuhan? Kaukah itu? Apa itu ‘bersandar’?”

Belum lagi Tuhan sempat menjawab, kita dengar bunyi notifikasi dari ponsel kita, sebuah chat meminta dibuka. Dan begitulah, sulit untuk tidak menggerakkan ibu jari kita di atas layar sentuh.

1-0 buat si jahat.

Marilah kita mendengar detak jantung Tuhan. Bagaimana caranya?
Dengan berdiam dan tenang. Berhenti melakukan apapun. Dengan demikian, kita dapat mengundang Yesus ke tempat rahasia kita, dan bukan ke gudang masalah kita.

Tuhan memberkati.

Disadur dengan tambahan, dari Addicted To Busy: Recovery For The Rushed Soul:
http://bible.com/r/1934