Merupa Hidup Dalam Rupa Nya

Buku Merupa Hidup Dalam Rupa Nya mengajarkan mengajarkan kita untuk hidup seturut kehendak Allah. Kalau kita renungkan ulang, seringkali kita menggunakan Allah sebagai alat untuk memuaskan keinginan kita, kita mengucap syukur pd Tuhan, mau berdoa pd Tuhan, dan mau melayani Nya kalau Ia memenuhi apa yang jadi kehendak kita, seperti dapat nilai bagus, menjadi kaya, berhasil dalam segala urusan, sehat, dll. Ketika Allah tidak memenuhi apa yang kita inginkan, kita menjauh dari Nya. Buku ini mengajarkan kita bahwa bukan seperti itu yg Allah inginkan dari kita. Allah ingin kita mengalami Nya sebagai sebuah ‘Tidak’ yang besar bagi semua keinginannya, sehingga kita mengalami Allah bukan sebagai pemuas atau pelayan keinginana kita tapi sebagaimana Allah yang sesungguhnya.
Kita juga seringkali mendahulukan kepentingan kita yang lain dan mengesampingkan Allah. Belajar terus2an dan akhirnya tidak ke Gereja, terus bekerja dan mencari uang sebanyak-banyaknya, dll. Semua itu bentuk berhala kita. Kita mungkin mengatakan bahwa kita berpegang pada Allah, tp nyata nya, kita mengesampingkan Nya dan lebih mendahulukan kepentingan2 lain. Bukan berarti kita tidak boleh pintar atau kaya, tapi ketika hal itu menjadi sasaran utama dalam hidup kita, disitulah hal-hal tersebut telah menjadi berhala.
Banyak hal-hal lain yang dibahas dalam buku ini, tindakan2 yang mungkin sering tidak kita sadari bahwa itu melukai Tuhan. Bab-bab dalam buku ini membahas perilaku2 salah yang seringkali kita lakukan dan apa sebenarnya yang Tuhan inginkan terjadi dalam hidup kita. Membaca buku ini sedikit banyak menyadarkan kita untuk kembali dan merenungkan ulang seperti apa Allah yang sebenarnya dan bagaimana kita harus hidup di dalam Dia.

Pertumbuhan dalam Penginjilan

Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. (1 Korintus 1:3)

Nicholas James Vujicic, atau biasa dikenal dengan Nick Vujicic adalah seorang yang menginspirasi kehidupan banyak orang karena imannya kepada Tuhan Yesus mampu mengalahkan keputusasaannya dan ketidakberdayaannya. Ketika dia berusia 13 tahun, dia membaca sebuah artikel surat kabar tentang seorang pria cacat yang berhasil mencapai hal-hal besar dan membantu orang lain, bermain golf dengan stik yang terselip dibawah dagunya. Dia menyadari mengapa Allah telah membuatnya seperti ini, untuk memberi harapan kepada orang lain. Itu sangat menginspirasinya dan dia memutuskan  untuk menggunakan hidupnya untuk mendorong orang lain dan memberi mereka pengharapan.

Adalah suatu anugerah jika seseorang dipanggil Tuhan untuk melayani Dia atau bekerja di ladangNya. Tuhan memilih dan memakai kita bukan karena kita hebat, lebih kuat dan lebih pintar dibandingkan orang lain. Nick Vujicic telah memberitakan Injil ke lebih dari tiga juta orang di 27 negara. Keberhasilannya dalam pelayanan bukan karena kuat dan gagahnya, tapi karena Roh Tuhan yang bekerja di dalamnya. Rasul Paulus berkata “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan”

Yang terpenting bukan siapa penginjilnya, melainkan Tuhan sendiri yang membuat pertumbuhan. Tanpa pertolongan Roh Kudus, apa yang dapat kita capai dalam pelayanan kita? Kemampuan, talenta dan juga karunia, Tuhanlah yang memberi. Ibarat mendirikan sebuah rumah, kita adalah seorang tukang, sedangkan Tuhan adalah pemberi modal, yang menyediakan bahan bangunan, alat-alat pertukangan dan peralatannya.

Kita dipanggil Tuhan melayaniNya sebagai dokter. Nick Vujicic dengan segala keterbatasannya saja bisa, apalagi kita terlebih lagi bisa. Tanpa pertolongan Roh Kudus, kita tidak mungkin bisa memenangkan jiwa bagi Tuhan. Mintalah kepada Tuhan agar kita dimampukan untuk menumbuhkan benih firman Tuhan yang telah kita terima, agar hidup kita menjadi kesaksian bagi sesama.

Pokok Doa Alumni Januari 2017

1. Supaya para alumni memiliki hubungan yang semakin indah dan erat bersama Tuhan.
2. Untuk para alumni di mana pun berada (baik yg bekerja maupun PPDS) supaya dilindungi, diberi kesehatan, dan kekuatan dalam menjalani tugas dan pelayanan di tempat masing-masing supaya dapat menjadi berkat bagi sesama.
3. Mengucap syukur untuk tahun 2017, Kiranya Tuhan menyertai langkah para alumni selama tahun 2017 ini, semua berjalan dalam ketepatan Tuhan.
4. Untuk toleransi umat beragama di Indonesia yang mulai pudar, kiranya Tuhan yang memulihkan kembali toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia.
5. Untuk persiapan Pilkada di Indonesia supaya berjalan dengan aman, tentram, dan jujur. Supaya calon-calon yang terpilih adalah yg terbaik dari Tuhan.
6. Untuk kehidupan tenaga medis di Indonesia kiranya Tuhan yang memberkati dan melindungi senantiasa dan kiranya semua tenaga medis di Indonesia dapat menjalankan tugasnya dengan baik walaupun diperhadapkan dengan situasi yang mungkin kurang menyenangkan.