PMK Joglosemar

Syalooom….

PMK Joglosemar adalah Persekutuan Mahasiswa kristen Fakultas Kedokteran (MKFK) dari empat universitas di tiga kota, yaitu Universitas Diponegoro (Semarang), Universitas Sebelas Maret (Surakarta), Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Kristen Duta Wacana (Yogyakarta). PMK Joglosemar pertama kali dicetuskan oleh teman-teman kita yang mengikuti KMdN XIX di Bali. PMK Joglosemar dibentuk untuk mempererat hubungan MKFK di tiga kota tersebut dan sebagai wadah untuk saling sharing kemajuan dan pergumulan PMK masing-masing.

Tanggal 18 April 2015 telah diadakan Gathering PMK Joglosemar yang kedua  di UKDW ., sedangkan gathering pertama dilaksanakan di UNS pada tanggal 4 Oktober 2014. Gathering di UKDW  ini dihadiri oleh beberapa MKFK dari keempat universitas. Acaranya seru banget…!

PMK Joglosemar

Gathering ini diawali dengan ibadah dan firman yang disampaikan oleh Kak Dhika, Alumni UGM. Firman yang disampaikan mengingatkan kita tentang bagaimana melayani Tuhan dengan berkelompok sehingga kita bisa melayani lebih baik dan lebih jauh lagi. Beberapa hal yang perlu kita perhatikan yaitu:

  • Melayani adalah suatu kehormatan
  • Penggenapan janji Allah akan nyata kalau kita setia dalam segala perkara
  • Pelayanan Roh
  • Memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan

Setelah ibadah selesai, dilanjutkan dengan games dan penampilan tiap universitas 😀 games-nya untuk mempererat dan agar semakin kenal satu sama lain hehehe. Ada makan bersama, city tour, dan sharing pergumulan serta kemajuan PMK tiap-tiap universitas juga.

Acara gathering PMK ini sangat bermanfaat karena membuat kita lebih mengenal lagi MKFK dari universitas lain, terutama yang deket dulu di Solo dan Yogakarta. Harapannya tetap terjalin komunikasi yang baik dan gathering ini terus berlanjut. Nah.. gathering selanjutnya akan diadakan di Undip lhoo, semester depan pada bulan November/Desember yeaayy !! 😀

Jangan lupa ikut yaa.. Dan nantikan kegiatan apa yang akan kita lakukan saat gathering!

God bless you

Pokok Doa Alumni bulan Juni 2015

  1. Kesehatan para alumni.
  2. Hubungan pribadi alumni dengan Tuhan supaya tetap berjalan di tengah-tengah kesibukan.
  3. Supaya alumni tetap mempunyai hati yang melayani dan menjadi berkat di mana pun ditempatkan.
  4. Terkait berita di youtube tentang bunyi sangkakala, supaya kita sebagai anak Tuhan dipersiapkan .
  5. Rumah tangga alumni supaya tetap menjadikan Tuhan sebagai kepala rumah tangga.
  6. Untuk alumni yang sedang menjalani PPDS supaya segala proses studi diperlancar.
  7. Untuk alumni yang sedang mengikuti ujian masuk PPDS dan melamar pekerjaan supaya Tuhan tepatkan.
  8. Untuk alumni yang sedang internsip supaya diperlancar dan dapat menjadi berkat di mana pun berada.

Gathering PMKK Alumni

Syalom PMKK dan PMKK alumni, saya Raissa Vaniana Hartanto biasa dipanggil Caca. Saya departemen acara dalam kepengurusan alumni PMKK. Saya dipilih sebagai ketua acara dalam acara gathering pada hari minggu yang lalu tanggal 26/04/2015. Pada awal saya diajak untuk bergabung sebagai pengurus alumni saya hanya ingin sekedar bergabung karena diajak. Begitu pula saat saya dipilih sebagai Ketua Acara Gathering Alumni PMKK. Awalnya saya hanya menerima ini sebagai tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh ketua kami,menyiapkan dan merencanakan acara gathering sebagaimana adanya seperti program kerja dalam kepengurusan. Sebenarnya kami merencanakan adanya gathering ini dengan spontan,karena kalau menunggu tahun depan dan ada dana tidak akan gerak dan terlalu lama.

Kami mulai berkumpul untuk rapat mempersiapkan gathering dari tempat, susunan acara, petugas, konsumsi, pembicara, dan undangan. Undangan kami bagi lewat sms, Line, FB dan Whatsapp tetapi masih sedikit yang respon dan mengkonfirmasi untuk mengikuti acara ini. Ada juga yang mengkonfirmasi tidak bisa datang karena berhalangan hadir pada hari itu. Semangat saya mulai turun karena hal ini, tetapi dari situlah Tuhan menegur dan memberikan kerinduan hatiNya pada saya. Tuhan mengingatkan saya ayat Kolose 3:23, 2 Korintus 4:5, Galatia 1:10. Ayat Kolose 3: 23 pasti kita semua juga tahu bahkan saya pun hapal, tapi sebenarnya ayat ini hanya sampai di pikiran dan pengertian saya saja. Dan Ketika Tuhan menegur, saya menangkap benar dalam hati saya dan saya mengalami bahwa lakukan tugas ini dengan segenap hatimu untuk Tuhan dan bukan untuk manusia,dikatakan segenap hati berarti seutuhnya (full) tidak setengah-setengah atau seadanya saja. Saya sangat suka dengan ayat berikutnya di 2 Korintus 4:5 dikatakan bukan diri kami yang diberitakan tetapi Tuhan Yesus dan kami cuma hamba, dan apakah motivasi kita mencari perkenan Tuhan atau perkenan manusia. Saya sering mendengar ayat ini, tetapi begitu Roh Kudus bekerja dalam hati saya, saya mengerti benar bahwa ayat itu bukanlah hal yang mudah tetapi saya mau mengalaminya bersama Tuhan.

Setelah itu kami berusaha mempersiapkannya dengan sebaik mungkin, tidak mau memberikan seadanya. Undangan secara tertulis kami buat untuk alumni sekitar Semarang. Kemudian di FB ada alumni yang tidak bisa datang dan beberapa meminta proposal kegiatan ini, bahkan kami tidak terpikir membuat proposal acara karena dana akan tertutup dari biaya pembayaran per orang bila mengikuti gathering. Akhirnya kami memutuskan untuk membuat proposal acara dan memberikan pada alumni melalui email juga secara langsung kepada alumni yang di Semarang. Itulah kerinduan di hati para pengurus bisa mempersatukan alumni PMKK Undip kembali di dalam Tuhan, dan kami percaya itulah kerinduan Tuhan yang diberikan buat kami.

Baca lebih lanjut

Sharing Alumni: dr. Purwanto AP, Sp.PK(K)

Sharing dr. Purwanto

Syalom, adik-adik saya di PMKK dan semua rekan-rekan alumni PMKK, perkenalkan saya dr. Purwanto AP, Sp.PK(K), izinkan saya untuk sedikit berbagi cerita tentang awal mula bagaimana ada PMKK di kampus kita dan pengalaman-pengalaman yang lainnya. Pada awalnya, PMKK di mulai dari saya, dr. Sudiro, dan dr. Agus Priyatno, waktu kami masih coass, waktu itu kami mengikuti sebuah training kepemimpinan dan persekutuan yang diadakan di Bandungan selama 3 hari dan dihadiri sekitar 30 peserta. Training tersebut dibiayai oleh sebuah yayasan dari Solo dan akhirnya kami semua bisa ikut. Di situ kami bertemu dengan pendeta dan pengajar sehingga kami mendapatkan banyak hal yang berarti. Dari situlah, awal mula dari kami bertiga, memiliki kerinduan di hati kami, mengapa tidak membuat sebuah wadah untuk bisa sama-sama bersekutu dan berkumpul, dan di situ kita bisa saling menguatkan satu sama lain di dalam Tuhan. Setelah selesai dari training, akhirnya kami memutuskan untuk membuat wadah yang di beri nama PMKK (Persekutuan Mahasiswa Kristen Kedokteran). PMKK inilah yang sebenarnya menjadi sebuah persekutuan kristen yang pertama kali berdiri di Universitas Diponegoro, yaitu pada 12 Oktober 1980. Baru setelah satu tahun berdiri, ada anggota dari kami yang akhirnya merintis untuk pembentukan PMKP (Persekutuan Mahasiswa Kristen Protestan) dengan diketuai oleh mahasiswa dari Fakultas Kedokteran. Saya sangat bersyukur dan melihat bagaimana Tuhan bisa bekerja untuk membentuk PMKK dan membawa kegerakan Tuhan di kampus kita. Dimulai dari PMKK kita membawa kegerakan Tuhan, lalu ke PMKP, sampai akhirnya ke seluruh fakultas di UNDIP sehingga mereka semua membentuk sebuah persekutuan seperti PMKK. Menurut saya, kita sebagai mahasiswa kristen sangat perlu wadah, seperti PMKK ini, karena mahasiswa ini adalah generasi penerus, sehingga mereka perlu menjadi orang-orang yang berguna bagi orang lain, yang membawa terang Kristus di dalam di hidup mereka, dan bisa saling membangun satu dengan yang lain di dalam Tuhan. Akhirnya kami pun membentuk persekutuan yang rutin. Waktu itu masih sedikit jumlahnya, kami bertiga yang awalnya mengelola, dan waktu itu kami juga sibuk coass, sehingga untuk bisa terus persekutuan, kami sering bergantian jaga di RSUP dr. Kariadi. Baca lebih lanjut

Sudahkah Anda Siap?

Waktu yang kita miliki adalah waktu yang sangat berharga dan waktu yang singkat. Ibaratnya kita lahir di dunia ini seperti kita  melancong ke suatu tempat dan pada saatnya nanti kita akan pulang ke rumah kita masing-masing. Jadi kita hidup di dunia ini hanya sementara saja. Sudahkah kita mempergunakan waktu yang ada dengan sebaik mungkin? Atau mungkin kita hanya menyia-nyiakan waktu kita saja?

Menjelang hari Tuhan yang semakin mendekat, kita sebagai anak Tuhan harus semakin waspada. Waspada dalam segala hal sangat perlu dilakukan, supaya saat Tuhan datang nanti kita sudah siap. Seperti cerita di Alkitab tentang mempelai wanita yang terus berjaga, ia mempertahankan pelita miliknya sampai mempelai pria datang. Begitu pula kita, kita juga harus mempertahankan pelita milik kita masing-masing supaya tidak padam begitu saja. Api yang kita miliki harus terus berkobar sehingga kita dapat menjadi terang dan berkat bagi orang-orang di sekitar kita, walaupun untuk mewujudkan itu kita membutuhkan pengorbanan yang besar.

Mempertahankan pelita dalam konteks kehidupan sehari-hari sangatlah simpel, namun terkadang sulit untuk dilakukan. Karena di jaman sekarang ini, dunia sudah semakin berbeda. Sesuatu yang benar yang kita lakukan justru akan dianggap salah oleh dunia. Hal yang salah di dunia ini justru sudah menjadi kebiasaan yang dianggap benar oleh masyarakat. Simpel saja saudara, saya ambil contoh dalam lingkup pekerjaan kita sebagai seorang dokter. Saat anda praktek, manakah yang akan saudara pilih? Apakah mengobati pasien-pasien anda secara cepat untuk mengejar target penghasilan atau justru anda akan memilih untuk mengobati mereka dengan sabar dan melayani satu persatu tanpa perlu tergesa-gesa? Lalu saat kita tugas jaga manakah yang akan kita pilih, apakah benar-benar jaga atau malah kita pergi ke tempat yang lain? Masih banyak pelanggaran kecil lainnya, saya yakin saudara masing-masing juga sudah paham dengan pelanggaran-pelanggaran tersebut di dunia kesehatan. Sebenarnya bukan masalah pelanggaran kecil atau besar, yang penting adalah bagaimana kita dapat dipercaya oleh Tuhan dalam mengerjakan suatu hal, baik hal yang besar maupun hal yang kecil sekalipun. Sudah saatnya kita untuk tidak kompromi lagi dengan pelanggaran kecil. Kita tidak akan pernah tahu kapan Tuhan akan datang, entah hari ini, besok, lusa, atau beberapa tahun lagi? Tidak ada yang tahu akan hal itu. Namun ada satu hal yang saat ini dapat kita kerjakan, yaitu mengerjakan bagian kita dengan sebaik mungkin. Melakukan setiap pekerjaan dan tanggung jawab kita dengan maksimal untuk Tuhan, untuk menyenangkan hatiNya. Jangan sampai minyak untuk pelita kita habis saat mempelai pria kita nanti datang untuk kita.  Teruslah berjaga, dan memberikan yang terbaik untuk Tuhan.

Efesus 5:16-17

“dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan”