- Hubungan pribadi alumni dengan Tuhan supaya tetap terjaga dan diperbaharui setiap hari.
- Pekerjaan para alumni di manapun berada supaya bisa menjadi berkat, juga untuk dokter yang melayani di daerah terpencil agar diberikan kesehatan dan dilindungi selalu.
- Untuk dokter yang sedang PPDS, agar diberikan anugerah dalam menyelesaikan studi agar lancar dan selesai tepat waktu.
- Untuk kehidupan rumah tangga alumni supaya tetap harmonis dalam Tuhan dan bagi yang masih bergumul pasangan hidup supaya Tuhan pertemukan dengan orang yang tepat.
- Untuk PMKK angkatan 2009 yang baru diwisuda dan disumpah, kiranya perjalanan ke depan dalam internsip selalu disertai Tuhan, diberi pengalaman yang baru lagi bersama Tuhan.
- Untuk 2008 yang akan selesai internsip, supaya terus disertai Tuhan dan diberi hikmat dalam menetapkan tahap selanjutnya setelah internsip.
- Untuk rencana gathering berikutnya, supaya ditepatkan waktu dan tempatnya, supaya banyak alumni yang digerakkan untuk hadir.
Alumni PMKK
Pokok Doa Januari 2016
- Motivasi hati para alumni dalam melayani
- Pekerjaan para alumni supaya dapat menjadi berkat
- Untuk dokter yang sedang menjalani PPDS,agar dberikan kelancaran dalam menyelesaikan studi
- Untuk kehidupan rumah tangga alumni supaya tetap harmonis dalam Tuhan, dan bagi yang masih bergumul pasangan hidup supaya Tuhan tepatkan
- Untuk dokter yang melayani di daerah terpencil agar diberikan kesehata dan dilindungi selalu
- Berdoa untuk tahun 2016 supaya diberi keintiman lebih lagi dengan Tuhan,diberi kekuatan untuk menghadapi tantangan dan supaya dapat memberikan yang lebih lagi untuk Tuhan.
- Berdoa untuk kejadian pengeboman di Jakarta pada 14 Januari 2016. Marilah kita bersama memohon proteksi dari Tuhan, dan supaya damai Shallom turun atas Indonesia. Kiranya korban dan keluarga diberikan kekuatan.
Renungan Januari: Menjadi Hamba Yang Setia
MATIUS 24:45-46
“Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? “
“Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.”
Di masa ini,di akhir dari zaman,kita perlu tahu setiap bagian kita dan lebih lagi, kita harus mengerjakan dengan maksimal. Jangan sampai kita didapati tidak mengerjakan bagian kita. Karena firman berkata berbahagialah orang yang didapati melakukan pekerjaannya saat Tuannya datang.
Kenali,pelajari apa yang jadi jatah kita, apakah hanya sebagai dokter? Atau menjadi dokter sekaligus penginjil? Atau menjadi dokter yg menjadi bendahara kerajaan Allah? Atau panggilan2 yang lain?
Setelah kenali,kita perlu kerjakan.
Mengerjakan bagian kita tidak hanya asal mengerjakan,asal selesai. Kerjakan semua melebihi tuntutan yang ada. Service excellent.
KOLESE 3:23
“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusis.”
Misalkan,kita diminta menjadi dokter presiden, bukankah kita akan berusaha sebaik2nya, tidak ada banyak ijin, tidak asal2an.
Saat kita menyadari kita bekerja untuk presiden saja kita akan berusaha maksimal,apalagi kalau kita menyadari kita bekerja untuk Raja segala raja,pemilik alam semesta. Bukankah kita akan lebih lagi bekerja gila2an, memberikan yang terbaik,all out dari hidup kita?
Kerjakan semua bagian kita, besar ataupun kecil, baik di rumah sakit, di gereja, di masyarakat. Jangan ditunda, jangan dianggap sepele, Ingat kita ini pelayan yang sedang menanti kedatangan Tuan kita.
KKR “Gusti Yesus Mboten Sare” – Sharing
Sharing oleh dr. Fransiska Sutrisno
1 Petrus 5:7 (TB) “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu.”
Halo kakak-kakak dan adik-adik yang saya amat sayangi. Di sini saya ingin sharing tentang acara KKR yang baru-baru ini diadakan oleh PMKK Alumni, pada tanggal 18 Oktober 2015 di Gereja Advent Kopeng Salatiga dengan tema “Gusti Yesus Mboten Sare” yang dihadiri oleh para alumni, adik-adik PMKK, dan tentunya warga desa di Kopeng yang kami undang. Ini merupakan salah satu dari rangkaian acara memperingati HUT PMKK kami yang ke 35. Lewat acara ini kami sungguh rindu bisa memberkati warga-warga, bahkan setiap orang yang hadir dapat dikuatkan dan mengenal Yesus sebagai Pribadi.
Dari awal persiapan, kami sebagai pengurus PMKK Alumni pun mengalami hal-hal yg luar biasa bersama Tuhan Yesus. Kami ber-10 merasa sangat terbatas, karena memang kami berada di tempat yang terpisah, kami tidak bisa bertatap muka, kami mempersiapkan acara ini, serta berdoa bersama hanya lewat telepon dan sosial media. Tetapi kami benar-benar sadar bahwa kami punya Tuhan yang hidup dan luar biasa bahkan Dia yang menyediakan apapun yang kami pun terkadang lupa.
Sejak yang awalnya tidak tahu apa-apa, Tuhan tuntun kami sampai mendapatkan tema, pembicara, dan tempat. Bahkan untuk sound system pun Tuhan kirim seorang anak Tuhan, yang saat mengetahui alatnya akan digunakan untuk acara rohani, dia segera membantu dan memberi harga yang khusus buat kami. Selain itu, untuk cinderamatanya pun Tuhan menyediakan orang yang berkenan menolong, menyediakan dengan waktu yang singkat dan hasilnya bagus.
Ini pengalaman yg sangat luar biasa buat kami pengurus. Kami dibuat Tuhan untuk mengalami kasihNya terlebih dahulu seperti tema yang diangkat di KKR ini, bahwa Tuhan sungguh tidak pernah tidur dan Dia benar Pribadi yang menyediakan. Pada acara KKR kali ini kami bekerjasama dengan mahasiswa dan staf dari STT Alfa Omega, yang melayani sebagai WL dan pemusik, sedangkan kami sebagai panitia penyelenggara dan tim pendoa. Pembicara di KKR ini adalah Dr. Tri Astuti.
Akhirnya ketika acara ini dimulai, kami melihat begitu nyata semangat dan antusias dari warga yang datang untuk menyanyi buat Tuhan, sekalipun mungkin mereka punya beban dan masalah masing-masing, itu semua tidak membuat mereka bernyanyi dengan setengah hati. Terkadang kita yang tidak punya beban masalah sebesar mereka saja, masih sulit untuk memuji Tuhan dengan semangat.
Merasakan Tuhan hadir dalam acara ini, dari firmanNya kita diingatkan kembali bahwa terkadang kita seperti murid-murid Yesus yang menjadi panik ketika diterpa angin badai kencang, padahal mereka berada di kapal bersama dengan Yesus. Sampai Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa kamu takut, hai kamu yang kurang percaya?” Padahal Tuhan Yesus sendiri yang berkata bahwa Dia akan selalu memelihara anak-anakNya. Di samping itu, kami pun juga belajar untuk mendoakan para warga.
Nah, dari seluruh persiapan hingga acara dan selesai, kami benar-benar melihat dan mengalami kalau Tuhan Yesus tak pernah tidur. Dia Pribadi yang paling peduli dan mengerti. Bahkan apa yang kita tidak sadari pun Dia tahu dan akan mencukupi. Memang, Ia menolong bukan dengan cara dan waktu kita, tetapi dengan cara dan waktuNya sendiri. Bagian kita adalah mengerjakan bagian kita dengan maksimal, lalu menyerahkan total ke Tuhan, dan percaya kalau Dia punya kuasa untuk menyempurnakan segalanya. Ayo marilah kita belajar percaya. Apapun yang sedang kita hadapi, mari percaya bahwa Tuhan menyediakan segalanya. Live by Faith? Amin.
Alat Kemuliaan
Roma 9:23-24 “justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaanNya atas benda-benda belas kasihanNya yang telah dipersiapkanNya untuk kemuliaan, yaitu kita, yang telah dipanggilNya”
Saudara, pernahkah kita melihat seseorang yang menaruh peralatan yang terbuat dari emas dan perak dengan sembarangan? Atau melihat orang yang memakai peralatan dari emas dan perak untuk mengambil pasir? Tentu tidak. Saat seseorang memiliki perkakas yang terbuat dari emas dan perak, ia tentu akan menyimpannya dengan baik dan hanya memakainya untuk acara-acara khusus. Perkakas kerajaan misalnya, disimpan dan dirawat dengan khusus untuk dipakai dalam acara-acara khusus kerajaan. Kita tidak akan menaruhnya sembarangan karena menyadari nilainya yang mahal.
Saudara, seringkali kita tidak menyadari jika hidup kita sama seperti perkakas emas dan perak itu. Tuhan menciptakan kita dengan desain yang terbaik yaitu serupa dengan gambarNya. Kita adalah alat-alat yang mulia dan dipakai Tuhan untuk tujuan yang mulia.
Namun sayangnya banyak dari kita yang tidak menyadarinya sehingga kita hidup dengan sembarangan, bersikap dan berkata-kata dengan sembarangan. Kita menghabiskan hidup kita untuk hal-hal yang tidak penting dan melupakan tujuan mulia yang Tuhan tetapkan. Kita dengan mudahnya mencemarkan hidup kita dengan dosa dan lupa bahwa kita adalah orang-orang yang didesain istimewa untuk menggenapi tujuan Tuhan yang mulia.
Apakah tujuan yang mulia itu? Memberitakan kabar baik kepada bangsa-bangsa dan menjadikan mereka murid Kristus. Saudara, apakah hidup kita selama ini sudah mempermuliakan Tuhan? Sudahkah orang lain mengenal Kristus melalui hidup kita? Remember, jika kita diciptakan Tuhan dengan gambaran yang mulia untuk menggenapi tujuan-tujuan yang mulia. Jangan hidup sembarangan lagi ya…
Yuk saudara sekalian, jaga hati dan hidup kita agar selalu siap sedia dipakai oleh Tuhan…..

