Medical Mission Course X Serukam – Part 6

Memasuki minggu kedelapan, ada sukacita dan semangat yang baru bagi kami. Energi dan antusiasme kami terasa di-recharge kembali sekaligus sebagai minggu persiapan kami ke Siding, salah satu desa di perbatasan antara Kalimantan Barat dan Malaysia). Di minggu itu kegiatan kami penuh dengan trauma training yang dibawakan oleh dr. Giles dan dr. Catrine yang merupakan dokter spesialis emergensi dari Cambridge, Inggris. Yang menarik ialah Tuhan dengan secara luar biasa memakai mereka dan menggabungkan serta menghubungkan antara firman Tuhan dengan trauma training. Trauma training yang diikuti bukan hanya untuk dokter umum saja, namun juga oleh perawat. Sungguh merupakan kesempatan berharga bagi kami, mendapatkan pelajaran mengenai trauma training dan bersyukur karena Tuhan memberikan pengajar terbaik.

Kami juga diajar oleh drg. Bruce dan dr. Sonya, mereka merupakan pasangan dokter misionaris dari Amerika yang saat ini melayani untuk suku Sunda di Bandung. Mereka juga mengajarkan banyak hal kepada kami, terutama bagi teman-teman sejawat dokter gigi. Ada satu hal yang agak menggelitik benak kami saat sharing, dr. Bruce dan dr. Sonya berkisah selama 12 tahun tinggal di Indonesia mereka selalu mendoakan agar bisa praktik di Indonesia, karena selama ini mereka tidak bisa mengurus surat izin praktik di Indonesia. Demikian pula di RS Bethesda, mereka mendoakan agar dokter misionaris asing bisa bekerja di rumah sakit misi, karena jumlahnya tenaga dokter dan dokter spesialis yang bermisi masih minim. Hal tersebut mengingatkan kami secara pribadi, di kampus kami beredar informasi tentang pasar global yang akan terbuka di Indonesia, dan hal itu menjadi ancaman bagi dokter-dokter Indonesia karena akan bersaing dengan dokter-dokter asing. Hal itu awalnya tampak mengancam bagi mahasiswa kedokteran yang ada di Indonesia, namun di balik itu, pasar global merupakan jawaban doa bagi dokter-dokter yang bermisi, terutama dokter-dokter misionaris dari luar negeri yang memiliki kerinduan dan mendapat visi dari Tuhan bagi Indonesia. Sekali lagi kami melihat kuasa doa yang Tuhan kerjakan nyata. Tuhan memakai siapa saja, termasuk pemerintah dan presiden Indonesia, sebagai jalan untuk mengerjakan panggilan dari Tuhan, dan kami takjub akan hal itu. Bagi orang-orang yang percaya pada Kristus dan mendapat visi yang jelas dari Kristus untuk Indonesia, hal itu merupakan kesempatan untuk mengabarkan Injil ke setiap pelosok negeri ini. Seharusnya menjadi suatu perenungan bagi kita semua dokter pengikut Kristus, mengapa kita tidak mau membuka hati dan mencari kehendak Allah bagi bangsa kita sendiri sampai Allah bahkan memakai orang asing? Ke mana hati dan pikiran kita selama ini melihat bangsa kita sendiri?

Kami mengakhiri minggu kedelapan dengan sebuah persahabatan dan kekeluargaan yang baru bersama dr. Giles, dr. Catherine, drg. Bruce dan dr. Sonya. Kekeluarga lintas benua terbangun sangat karib dalam Kristus dan belum tentu kami peroleh di luar sana. Kami juga belajar satu hal dari mereka, yaitu ketaatan mereka dalam mencintai Tuhan dan mencari apa yang Tuhan mau untuk mereka kerjakan. Menurut pandangan dunia, mereka bukanlah orang yang sembarangan, mereka adalah orang-orang pandai yang memiliki sederetan gelar yang cukup panjang, orang-orang yang sudah mapan di negara masing-masing, namun Tuhan memilih dan mereka mau taat. Ketaatan mereka membuat mereka meninggalkan zona nyaman mereka dan hidup pada tuntunan Tuhan untuk mengabarkan Injil ke manapun Tuhan arahkan. Sekali lagi kami belajar mengenai ketaatan pada Tuhan. Tuhan mencari orang yang mau, bukan sekadar yang mampu, dan Tuhan bisa memakai siapa saja. Orang-orang yang mampu dan profesional di bidangnya saja mau dipakai oleh Tuhan dan terus mencari tuntunan Tuhan bagi hidup mereka, sedangkan siapakah kami ini? Kami tidak semampu dan seprofesional mereka, kami hanyalah dokter yang baru lulus dan belum memiliki banyak pengalaman, akankah saya juga malas dan tidak mau mencari tuntunan Tuhan bagi hidup saya?

…bersambung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s