Gathering PMKK Alumni

Syalom PMKK dan PMKK alumni, saya Raissa Vaniana Hartanto biasa dipanggil Caca. Saya departemen acara dalam kepengurusan alumni PMKK. Saya dipilih sebagai ketua acara dalam acara gathering pada hari minggu yang lalu tanggal 26/04/2015. Pada awal saya diajak untuk bergabung sebagai pengurus alumni saya hanya ingin sekedar bergabung karena diajak. Begitu pula saat saya dipilih sebagai Ketua Acara Gathering Alumni PMKK. Awalnya saya hanya menerima ini sebagai tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh ketua kami,menyiapkan dan merencanakan acara gathering sebagaimana adanya seperti program kerja dalam kepengurusan. Sebenarnya kami merencanakan adanya gathering ini dengan spontan,karena kalau menunggu tahun depan dan ada dana tidak akan gerak dan terlalu lama.

Kami mulai berkumpul untuk rapat mempersiapkan gathering dari tempat, susunan acara, petugas, konsumsi, pembicara, dan undangan. Undangan kami bagi lewat sms, Line, FB dan Whatsapp tetapi masih sedikit yang respon dan mengkonfirmasi untuk mengikuti acara ini. Ada juga yang mengkonfirmasi tidak bisa datang karena berhalangan hadir pada hari itu. Semangat saya mulai turun karena hal ini, tetapi dari situlah Tuhan menegur dan memberikan kerinduan hatiNya pada saya. Tuhan mengingatkan saya ayat Kolose 3:23, 2 Korintus 4:5, Galatia 1:10. Ayat Kolose 3: 23 pasti kita semua juga tahu bahkan saya pun hapal, tapi sebenarnya ayat ini hanya sampai di pikiran dan pengertian saya saja. Dan Ketika Tuhan menegur, saya menangkap benar dalam hati saya dan saya mengalami bahwa lakukan tugas ini dengan segenap hatimu untuk Tuhan dan bukan untuk manusia,dikatakan segenap hati berarti seutuhnya (full) tidak setengah-setengah atau seadanya saja. Saya sangat suka dengan ayat berikutnya di 2 Korintus 4:5 dikatakan bukan diri kami yang diberitakan tetapi Tuhan Yesus dan kami cuma hamba, dan apakah motivasi kita mencari perkenan Tuhan atau perkenan manusia. Saya sering mendengar ayat ini, tetapi begitu Roh Kudus bekerja dalam hati saya, saya mengerti benar bahwa ayat itu bukanlah hal yang mudah tetapi saya mau mengalaminya bersama Tuhan.

Setelah itu kami berusaha mempersiapkannya dengan sebaik mungkin, tidak mau memberikan seadanya. Undangan secara tertulis kami buat untuk alumni sekitar Semarang. Kemudian di FB ada alumni yang tidak bisa datang dan beberapa meminta proposal kegiatan ini, bahkan kami tidak terpikir membuat proposal acara karena dana akan tertutup dari biaya pembayaran per orang bila mengikuti gathering. Akhirnya kami memutuskan untuk membuat proposal acara dan memberikan pada alumni melalui email juga secara langsung kepada alumni yang di Semarang. Itulah kerinduan di hati para pengurus bisa mempersatukan alumni PMKK Undip kembali di dalam Tuhan, dan kami percaya itulah kerinduan Tuhan yang diberikan buat kami.

Baca lebih lanjut

Sharing Alumni: dr. Purwanto AP, Sp.PK(K)

Sharing dr. Purwanto

Syalom, adik-adik saya di PMKK dan semua rekan-rekan alumni PMKK, perkenalkan saya dr. Purwanto AP, Sp.PK(K), izinkan saya untuk sedikit berbagi cerita tentang awal mula bagaimana ada PMKK di kampus kita dan pengalaman-pengalaman yang lainnya. Pada awalnya, PMKK di mulai dari saya, dr. Sudiro, dan dr. Agus Priyatno, waktu kami masih coass, waktu itu kami mengikuti sebuah training kepemimpinan dan persekutuan yang diadakan di Bandungan selama 3 hari dan dihadiri sekitar 30 peserta. Training tersebut dibiayai oleh sebuah yayasan dari Solo dan akhirnya kami semua bisa ikut. Di situ kami bertemu dengan pendeta dan pengajar sehingga kami mendapatkan banyak hal yang berarti. Dari situlah, awal mula dari kami bertiga, memiliki kerinduan di hati kami, mengapa tidak membuat sebuah wadah untuk bisa sama-sama bersekutu dan berkumpul, dan di situ kita bisa saling menguatkan satu sama lain di dalam Tuhan. Setelah selesai dari training, akhirnya kami memutuskan untuk membuat wadah yang di beri nama PMKK (Persekutuan Mahasiswa Kristen Kedokteran). PMKK inilah yang sebenarnya menjadi sebuah persekutuan kristen yang pertama kali berdiri di Universitas Diponegoro, yaitu pada 12 Oktober 1980. Baru setelah satu tahun berdiri, ada anggota dari kami yang akhirnya merintis untuk pembentukan PMKP (Persekutuan Mahasiswa Kristen Protestan) dengan diketuai oleh mahasiswa dari Fakultas Kedokteran. Saya sangat bersyukur dan melihat bagaimana Tuhan bisa bekerja untuk membentuk PMKK dan membawa kegerakan Tuhan di kampus kita. Dimulai dari PMKK kita membawa kegerakan Tuhan, lalu ke PMKP, sampai akhirnya ke seluruh fakultas di UNDIP sehingga mereka semua membentuk sebuah persekutuan seperti PMKK. Menurut saya, kita sebagai mahasiswa kristen sangat perlu wadah, seperti PMKK ini, karena mahasiswa ini adalah generasi penerus, sehingga mereka perlu menjadi orang-orang yang berguna bagi orang lain, yang membawa terang Kristus di dalam di hidup mereka, dan bisa saling membangun satu dengan yang lain di dalam Tuhan. Akhirnya kami pun membentuk persekutuan yang rutin. Waktu itu masih sedikit jumlahnya, kami bertiga yang awalnya mengelola, dan waktu itu kami juga sibuk coass, sehingga untuk bisa terus persekutuan, kami sering bergantian jaga di RSUP dr. Kariadi. Baca lebih lanjut

Sudahkah Anda Siap?

Waktu yang kita miliki adalah waktu yang sangat berharga dan waktu yang singkat. Ibaratnya kita lahir di dunia ini seperti kita  melancong ke suatu tempat dan pada saatnya nanti kita akan pulang ke rumah kita masing-masing. Jadi kita hidup di dunia ini hanya sementara saja. Sudahkah kita mempergunakan waktu yang ada dengan sebaik mungkin? Atau mungkin kita hanya menyia-nyiakan waktu kita saja?

Menjelang hari Tuhan yang semakin mendekat, kita sebagai anak Tuhan harus semakin waspada. Waspada dalam segala hal sangat perlu dilakukan, supaya saat Tuhan datang nanti kita sudah siap. Seperti cerita di Alkitab tentang mempelai wanita yang terus berjaga, ia mempertahankan pelita miliknya sampai mempelai pria datang. Begitu pula kita, kita juga harus mempertahankan pelita milik kita masing-masing supaya tidak padam begitu saja. Api yang kita miliki harus terus berkobar sehingga kita dapat menjadi terang dan berkat bagi orang-orang di sekitar kita, walaupun untuk mewujudkan itu kita membutuhkan pengorbanan yang besar.

Mempertahankan pelita dalam konteks kehidupan sehari-hari sangatlah simpel, namun terkadang sulit untuk dilakukan. Karena di jaman sekarang ini, dunia sudah semakin berbeda. Sesuatu yang benar yang kita lakukan justru akan dianggap salah oleh dunia. Hal yang salah di dunia ini justru sudah menjadi kebiasaan yang dianggap benar oleh masyarakat. Simpel saja saudara, saya ambil contoh dalam lingkup pekerjaan kita sebagai seorang dokter. Saat anda praktek, manakah yang akan saudara pilih? Apakah mengobati pasien-pasien anda secara cepat untuk mengejar target penghasilan atau justru anda akan memilih untuk mengobati mereka dengan sabar dan melayani satu persatu tanpa perlu tergesa-gesa? Lalu saat kita tugas jaga manakah yang akan kita pilih, apakah benar-benar jaga atau malah kita pergi ke tempat yang lain? Masih banyak pelanggaran kecil lainnya, saya yakin saudara masing-masing juga sudah paham dengan pelanggaran-pelanggaran tersebut di dunia kesehatan. Sebenarnya bukan masalah pelanggaran kecil atau besar, yang penting adalah bagaimana kita dapat dipercaya oleh Tuhan dalam mengerjakan suatu hal, baik hal yang besar maupun hal yang kecil sekalipun. Sudah saatnya kita untuk tidak kompromi lagi dengan pelanggaran kecil. Kita tidak akan pernah tahu kapan Tuhan akan datang, entah hari ini, besok, lusa, atau beberapa tahun lagi? Tidak ada yang tahu akan hal itu. Namun ada satu hal yang saat ini dapat kita kerjakan, yaitu mengerjakan bagian kita dengan sebaik mungkin. Melakukan setiap pekerjaan dan tanggung jawab kita dengan maksimal untuk Tuhan, untuk menyenangkan hatiNya. Jangan sampai minyak untuk pelita kita habis saat mempelai pria kita nanti datang untuk kita.  Teruslah berjaga, dan memberikan yang terbaik untuk Tuhan.

Efesus 5:16-17

“dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan”

Rally KTB

Rally KTB merupakan salah satu proker dari departemen KTB KU FK UNDIP.

Latar belakang dilakukannya Rally KTB ini adalah perlunya sarana untuk menumbuhkan kesehatian dan mendekatkan antar saudara KTB maupun keluarga KTB yang ada di FK UNDIP. Tujuan dari Rally KTB ini sendiri  yaitu mahasiswa Kristen fakultas kedokteran dapat membangun kesehatian dan kedekatan antar keluarga KTB yang ada. Rally KTB ini ditujukan untuk semua KTB di PMKK Undip dan biasanya kami adakan pada hari Sabtu. Untuk tempatnya, rally KTB ini dapat diadakan di kampus maupun di tempat lain. Acara-acara yang diadakan di Rally KTB ini antara lain, praise and worship, khotbah dari pembicara, serta games-games menarik yang dapat mempererat kesehatian antarsaudara KTB dan keluarga KTB di FK UNDIP.

rally KTB 1

Untuk Rally KTB kali ini, akan diadakan pada tanggal 9 Mei 2015 dengan tema Kasih yang Tak Terbatas.

Latar belakang dari tema ini adalah perlunya semua anggota KTB memiliki kasih yang tidak berkotak-kotak hanya untuk KTB-nya saja, melainkan untuk semua orang dan perlunya kesadaran dari semua anggota KTB bahwa KTB yang mereka miliki sekarang bukanlah milik mereka, tetapi milik Tuhan.

Tujuan dari temaini adalah semua anggota KTB dapat memiliki kasih yang tidak berkotak-kotak (untuk KTB-nya sendiri) ,namun juga untuk semua orang dan semua anggota KTB memiliki kesadaran bahwa KTB mereka merupakan milik Tuhan.

rally KTB 2
Dalam rally KTB ada pemberian awards lho!

 

Dengan diadakannya rally KTB ini, kami rindu setiap KTB di FK UNDIP memiliki ktb yg sehat dan dapat menggunakan kasih yang telah dibrikan Allah untuk KTB nya untuk menjadi berkat bagi dunia.

Sharing Alumni: dr. Omega Mellyana, Sp.A

Shalooom  kakak-kakak dokter alumni PMKK dan adik-adik PMKK yang saya kasihi. Perkenalkan nama saya dr. Omega Mellyana Sp.A, dan ijinkan saya berbagi sedikit sharing dan cerita pengalaman hidup bersama Tuhan, yang semoga dapat menjadi berkat untuk kita semuanya. Saya masuk ke kedokteran dan PMKK pada tahun 1989 dan lulus tahun 1996. Kemudian setelah lulus dokter, saya ditempatkan selama 3 tahun di Jayapura, setelah  itu saya mengambil spesialis anak di UNDIP juga dan lulus tahun 2004. Lalu setelah itu saya pergi ke Meulaboh, di Aceh, tempat di mana terjadi tsunami, dan kemudian saya kembali ke Semarang, diterima di Departemen Ilmu Kesehatan Anak dan saya mendalami bagian Nefrologi Anak. Sampai saat ini, saya sungguh sangat terkesan dengan Persekutuan Mahasiswa Kristen Kedokteran (PMKK), karena di saat itu, saya sangat merasa dikuatkan di dalam setiap langkah mengikuti program pendidikan dokter yang memang menurut saya itu cukup berat. Memang sejak dari SMA, saya sudah ingin menjadi dokter, kemudian saya mendaftar di FK UNDIP, dan saya ingin berkuliah di sana. Tetapi ketika di awal saya menjalaninya, saya merasakan banyak tantangan yang harus dilewati, begitu berat perjuangannya, banyak hafalannya, dan sepertinya harus terus membuka buku yang tebal-tebal, tetapi saya sangat senang ketika bertemu dengan kakak-kakak di PMKK, saya merasa terus dibimbing, didampingi, dan kami pun belajar untuk berjuang bersama-sama lewat berdoa dan belajar firman Tuhan. PMKK sangat berarti buat saya karena disitulah saya menemukan yang namanya persaudaraan, persahabatan, keluarga, sehingga kita bisa sama-sama saling membantu, menguatkan, dan berdoa satu dengan yang lainnya dan nama Tuhan dipermuliakan. Dan di PMKK pun saya menemukan kekuatan Tuhan, sehingga itulah yang sebenarnya memberikan kita semangat dan memampukan kita untuk terus melangkah, dan terus melangkah sampai akhirnya nanti lulus menjadi seorang dokter kristen.   Baca lebih lanjut