Sharing Internsip Alumni: Tuhan Perencana yang Terbaik

Yeremia 29:11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”

Syalom kakak-kakak dan adik-adik semua, saya dr. Fransiska atau lebih sering dipanggil dr. Ncis, saya dari PMKK angkatan 2008, dan di sini saya rindu untuk berbagi sedikit pengalaman saya waktu internsip.
Jika seringkali kita mendengar orang berkata bahwa Tuhan Yesus itu selalu memiliki rencana yang indah dan terbaik bagi anak-anakNya, atau jika kita sering membaca ayat yang saya dapatkan di atas, maka itu benar adanya. Itulah sebenarnya secara garis besar yang saya alami dengan Tuhan ketika sedang internsip.
Jujur kita manusia bahkan saya sendiri pun waktu di awal mau memilih tidak ada bayangan mau internsip dimana, di awal justru ingin internsip di luar Jawa saja dengan alasan ingin jalan-jalan dan tanpa berpikir panjang untuk membawa di dalam doa. Namun saya ingat ketika beberapa bulan sebelumnya saya sempat ikut membantu di sebuah retreat pengurus PMKK dan di situlah awal Tuhan menegur saya. Untuk apakah saya internsip? Untuk kesenangan saya sendiri? Atau lewat situ saya bisa menjadi berkat? Lalu di mana saya harus melayani? 
Pertanyaan-pertanyaan itulah yang akhirnya membuat saya sadar, jika saya ke luar Jawa, motivasi saya untuk kesenangan saya sendiri. Saya berdoa, dan akhirnya memang waktu internsip ini saya harus tetap ada di Jawa Tengah, untuk melayani juga di PMKK, PMKK Alumni, sekaligus juga internsip sehingga saya batal mendaftar di luar Jawa dan tetap mendaftar di Jawa Tengah. Saat itu saya berkata sama Tuhan, jika Tuhan mau saya di Jawa Tengah, pasti Dia beri yang terbaik.
Awalnya benar-benar tidak terpikir akan internsip di Wonosobo, walaupun memang itu salah satu kota yang dekat dengan rumah saya, namun saat itu saya justru berpikir mungkin akan memilih dan mendapat internsip yang dekat-dekat dengan Semarang, kota di mana saya juga melayani. Singkat cerita akhirnya semua kota yang saya awalnya pilih karena cukup dekat dengan Semarang telah habis dan Wonosobo-lah pilihan terakhir saya. Rasa takut pasti ada, benar-benar tidak terbayang bagaimana internsip di sana, apakah masih bisa tetap ke Semarang dengan jarak tempuh 3 jam, apakah masih bisa ikut membantu adik-adik PMKK, kakak-kakak alumni, dan pelayanan yang lain di Semarang, banyak pertanyaan yang terbesit di dalam pikiran saya tetapi kembali lagi, saya belajar untuk percaya bahwa Dia perencana yang terbaik.
Di awal saya dapat urutan RS, kemudian PKM dan terakhir RS lagi, jujur waktu itu saya sempat bingung, di bulan saat saya PKM akan banyak kegiatan-kegiatan pelayanan, dan kebetulan Wonosobo satu-satunya kota yang menetapkan 1 doksip 1 PKM, saya sempat memakai pikiran dan cara saya sendiri dengan ingin bertukar kelompok saja supaya ketika saya di RS libur saya lebih banyak, seharusnya bisa lebih mungkin untuk datang ke semua pelayanan itu tetapi pada akhirnya tidak bisa tukar kelompok dan saya hanya berserah saja kepada Tuhan, Dia yang mau saya melayaniNya, Dia yang membukakan jalan buat saya. Bahkan waktu dulu kocokan memilih PKM, karena saya merasa membawa mobil dan yang lain tidak, akhirnya saya menawarkan diri untuk ada di PKM di daerah Dieng yang cukup jauh dari kota. Setelah memilih, saya sempat sedikit menyesal, kenapa malah saya memilih yang jauh, nanti bagaimana kalau mau ke Semarang kan semakin jauh, namun lagi-lagi Tuhan selalu mengingatkan dengan kata “percaya saja”.
Sekarang, setelah hampir 1 tahun, saya baru mengerti dan sangat bersyukur. Tuhan kita adalah pribadi yang paling mengerti kita dan terbaik. Saya telah Dia tempatkan di kelompok yang tepat, di urutan RS lalu PKM lalu RS dengan tepat, ditaruh di PKM yang tepat juga. Saya baru sadar, justru ketika saya di taruh di PKM pada 4 bulan kedua sejak mulai internsip, di mana kegiatan PMKK dan alumni lumayan banyak di bulan-bulan itu, saya bisa mengikuti semua kegiatan pelayanan, karena kegiatannya dilakukan di akhir pekan dan pas setelah sabtu selesai dari PKM saya bisa langsung ke semarang. Mungkin jika saya ada di RS belum tentu saya bisa ikut semuanya, karena setiap weekend belum tentu saya libur walaupun memang liburnya cukup banyak.
Saya punya salah satu pengalaman, waktu itu tiba-tiba saya dipanggil jadi pembicara di sebuah PD di Semarang dan itu hari Kamis di mana saya pasti masuk PKM. Saya bawa di dalam doa, dan memberanikan diri untuk izin kepada kepala Puskesmas, walau sebenarnya saya bingung harus bilang apa ketika izin. Saya belajar, jika memang itu dari Tuhan pasti Dia buka jalan, dan benar ketika saya izin, beliau langsung mengijinkan tanpa bertanya kenapa saya harus ke Semarang. Saya benar-benar terharu. Tuhan membuat saya tetap melakukan tugas sebagai dokter internsip dengan baik, saya juga bisa terus belajar mendoakan dan melayani pasien-pasien di sana dan saya tetap bisa pelayanan di Semarang bahkan saya diberiNya kekuatan untuk nyetir bolak balik semarang-wonosobo, terkadang ketika saya merenung kembali, entah saya bisa kuat atau tidak jika saya harus menyetir seperti itu lagi. Bahkan ada satu hal lagi yang membuat saya terharu. Ketika saya PKM, saya selalu melaju dari kos yang berjarak 30 menit. Walaupun jauh, tapi saya tidak merasa lelah, karena selalu ada pemandangan alam, gunung, danau, yang indah yang saya dapat nikmati. Ketika saya melihat itu, lalu Tuhan seperti berbicara di dalam hati saya, “Nak, tahukah kamu mengapa Aku menaruhmu di kota ini dan di PKM ini? Karena Aku tahu kamu juga jalan-jalan, kamu suka lihat alam yang indah, yang bisa membuat kamu tidak lelah lagi. Lihat, hal-hal kecil yang mungkin tidak kamu pikirkan saja Aku perhatikan apalagi hal-hal yang besar di dalam hidupmu.” Saat itulah saya menangis, benar Tuhan adalah pribadi yang selalu memberi yang terbaik bagi kita.
Dan akhir kata, saya selalu diingatkan akan ini, terkadang memang apa yang di depan kita bagai kabut dan awan yang tidak jelas dan menutupi kita, namun percaya bahwa di balik kabut tebal selalu ada matahari yang akan bersinar. Ketika kita hanya bisa melihat 1 langkah di depan, ingatlah bahwa Tuhan bisa dan sudah melihat 1000 langkah hidup kita ke depan.
Ketika kita adalah dalam posisi memilih, pilihlah untuk tetap percaya bahwa Dia perencana yang terbaik.
Tuhan Yesus memberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s