Sharing Alumni: dr. Evalina Malau

Perkenalkan saya dr. Evalina Malau, PMKK angkatan 2002

  • Menurut kakak, PMKK itu apa?

PMKK merupakan suatu persekutuan tempat mahasiswa kedokteran diajak/dibina untuk mengenal Tuhan dan bertumbuh didalamnya.

  • Apa yang berkesan dan kakak dapat dari PMKK?

Kesannya PMKK itu sehati, bersyukur dulu di PMKK mendapat teman-teman, kakak-kakak, dan adik-adik yang bisa dianggap sebagai saudara. Saling menopang, mendukung dalam pertumbuhan iman dan menolong dalam pelajaran juga.

Paling suka karena ada kakak-adik buku, ada tentiran dari kakak-kakak senior dan kakak senior yang selalu siap unuk ditanya. Ada teman-teman juga sebagai tempat berbagi (secara dulu merantau sendirian hehehe).

  • Ceritakan bagaimana pengalaman sama Tuhan yang paling berkesan dalam kakak menempuh pendidikan menjadi seorang Dokter?

Pengalaman yang paling berkesan dengan Tuhan selama pendidikan ada banyak, saya bisa mengenal Tuhan secara pribadi dan bertumbuh dalam Dia. Selama pendidikan saya belajar bahwa Tuhan itu Tuhan yang menyediakan segala sesuatunya, pemeliharaanNya yang terus nyata. Saya sempat tidak menyangka bakalan bisa lulus menjadi Dokter namun Dia membuat segala sesuatu menjadi indah dan dalam AnugrahNya saya bisa melalui pendidikan dan lulus menjadi Dokter.

Perjuangan yang cukup panjang dan di dalam pengharapan kepadaNya semua berakhir indah.

  • Tantangan yang dihadapi sebagai seorang Dokter di dunia kerja khususnya yang kakak alami dan bagaimana mengatasinya?

Tantangan selama menjadi dokter adalah terkadang mau bekerja optimal untuk pelayanan tetapi tidak didukung dengan kondisi sekitar, khususnya pihak-pihak yang berwenang. Apalagi sehari-hari saya bekerja di puskesmas. Saya rindu untuk mengembangkan pelayanan menjadi lebih baik supaya pasien-pasien tidak mesti dirujuk untuk kasus-kasus yang memang bisa dilayani di layanan primer. Tapi lagi-lagi laboratorium penunjang dan obat-obatan tidak pernah dipenuhi.

Sejauh ini menjalani tugas dan berdoa supaya pengambilan kebijakan lebih memperhatikan pengembangan layanan masyarakat.

  • Pesan kakak buat adik-adik PMKK dan alumni?

Pesan buat adik-adik PMKK, Carilah dahulu Kerajaan Allah maka semuanya akan ditambahkan padaMu (Matius 6:33). Selagi mahasiswa, pakailah waktu untuk mengenal Dia, hidup di dalam Dia. Karena profesi kita merupakan profesi yang sangat strategis untuk melayani orang dan menjadi berkat untuk banyak orang.

  • Motto hidup atau ayat favorit?

Hidup adalah Anugerah. Semua yang ada dalam hidupku adalah Anugrah Tuhan.

Kunjungan Kasih PMKK: Puri Saras

Pada bulan Juli, PMKK mengadakan kunjungan ke Puri Saras. Kunjungan yang diikuti oleh pengurus dan anggota PMKK ini diadakan sebagai bentuk persekutuan doa pengurus dari departemen misi. Puri Saras sendiri adalah rumah perawatan kesehatan di bidang psikiatri, neurologi, geriatrik, dan pelayanan homecare. Pasien dari panti rehabilitasi ini didominasi oleh para orang tua, namun ada pula yang masih seumuran dengan anak-anak PMKK. Pengurus merasa sangat senang karena Puri Saras sangat terbuka dengan kegiatan PMKK untuk bersekutu bersama-sama memuji Tuhan.

Kegiatan yang dilakukan di Puri Saras yaitu dimulai dengan ibadah bersama dengan pasien rawat inap maupun rawat jalan yang dipimpin oleh Egan dengan pemusiknya adalah Daniel. Materi dalam ibadah ini diberikan langsung oleh dr. Innawati Jusup, M.Kes, Sp.KJ yang juga sebagai pengurus dan dokter dari Puri Saras. Materi yang disampaikan ternyata tidak hanya membuka pemikiran para pasien Puri Saras tapi juga PMKK mengenai bertumbuh baik dalam iman, pergaulan, kehidupan.

puri saras5puri saras7

Setelah ibadah selesai, ada surprise yang disiapkan untuk beberapa pasien, perawat, pengurus, maupun Puri Saras sendiri karena ternyata pada bulan itu mereka berulang tahun dan Puri Saras genap berusia 2 tahun. Tampak keceriaan dari para peserta bersamaan dengan acara tiup lilin, pemotongan tumpeng, dan pemberian kado. Anggota Puri Saras dan PMKK pun makan malam bersama setelah perayaan ulang tahun itu.

puri saras4

Selesai makan, pengurus membagi kelompok yang terdiri dari pasien puri saras dan beberapa PMKK. Di kelompok kecil ini, peserta bisa sharing, berbagi pengalaman, dan juga ditutup dengan doa. Acara pun tak selesai sampai di situ, karena ada game tebak nama yang dilakukan oleh pasien dengan hadiah telur asin yang dibuat oleh pasien Puri Saras, kemudian ditutup dengan penyalaan balon api yang sudah ditempeli harapan dari setiap peserta baik dari puri saras maupun PMKK.

puri saras

Para anggota Puri Saras tampak senang dengan kegiatan yang dilakukan bersama PMKK ini. Puri Saras juga mengatakan bahwa mereka tidak ada kegiatan rutin untuk persekutuan seperti ini dan sangat terbuka untuk melakukan kegiatan bersama lagi ke depannya. Anggota PMKK sendiri pun mendapatkan pengalaman, pelajaran, dan kesan yang menyenangkan dari kunjungan ini. Cerita yang dibagikan oleh anggota Puri Saras membuka pikiran pengurus kepada hal baru dan bisa merasakan apa yang dirasakan oleh para pasien.

Pani Eirene Sitorus

Mengalihkan Fokus

Pernahkah Anda menyetir mobil sendiri ke luar kota dengan jarak yang cukup jauh? Bagaimana rasanya? Tentu lelah. Namun jika Anda pergi bersama sahabat karib sebagai teman ngobrol dalam perjalanan, Anda tak merasa capek. Bahkan, begitu asyiknya Anda mengobrol, tak terasa Anda tiba di tempat tujuan. Bandingkanlah kedua hal tersebut, lalu pikirkan : Jarak tempuhnya sama, tapi mengapa rasa capeknya berbeda? Karena Anda telah mengalihkan perhatian Anda! Dari capeknya menyetir menjadi serunya ngobrol.

Ketika gigi terasa sakit hingga gusi membengkak, tentu rasa sakitnya luar biasa. Cenat-cenut. Semakin dirasakan, rasa sakitnya semakin menjadi. Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi sakit? Melakukan pengalihan! Misalnya dengan berkumpul dengan teman dan mengobrol. Meski gigi terasa sakit, namun rasa sakitnya jauh berkurang hanya dengan mengobrol bersama teman. Inilah pentingnya mengalihkan fokus.

Pikirkan dan rasakan betapa menakutkannya hari esok, maka kita akan semakin khawatir. Pikirkan betapa sakitnya dikecewakan, maka semakin menganga luka dalam hati kita. Pikirkan betapa beratnya hidup yang kita jalani, maka kita akan semakin frustasi dan putus asa. Yang perlu kita lakukan adalah mengalihkan fokus dan perhatian kita. Kemana? Tentu saja kepada Tuhan.

Saat kita takut menghadapi hari esok, fokuskan keoada Tuhan yang tak pernah meninggalkan kita. Saat kita begitu terluka karena dikecewakan, fokuskan kepada Tuhan yang tak pernah meninggalkan kita. Saat merasa beban hidup terlalu berat untuk dipikul, fokuskan Allah berdiri di samping kita dan memanggul bersama beban kita.

Apa yang dilakukan Pemazmur ketika ia menghadapi masalah dan pergumulan hidup yang berat? Ia mengarahkan hidupnya kepada Tuhan sebagai sumber pertolongan. Itulah rahasia kekuatannya. Itulah yang membuat kakinya tetap tegak dan tak bisa digoyahkan dengan apapun. Bagaimana dengan kita? Jangan hanya melihat kepada masalah, menengoklah, alihkan fokus kita kepada Tuhan!

“Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung, dari manakah akan datang pertolonganku?”
“Pertolonganku ialah dari Tuhan.”
(Mazmur 121:1-2)

Sharing Alumni: dr. Ita Murbani H, Sp.PD

Syalom, rekan-rekan alumni PMKK, kakak-kakak, dan tentunya adik-adik PMKK yang saya kasihi. Perkenalkan nama saya, dr. Ita Murbani Handajaningrum, saya PMKK angkatan 1989, dan sekarang menjadi staff di Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr. Kariadi. Di sini saya rindu berbagi sedikit tentang PMKK dan bagaimana pengalaman saya bersama dengan Tuhan.

Menurut kakak, bagaimana kesannya tentang PMKK waktu dulu kakak ada di PMKK?

Iya, jadi kalau menurut saya, PMKK itu adalah sebuah komunitas yang luar biasa ya. Dari pertama kali saya masuk yaitu di tahun 1989, itu betul-betul saya dan teman-teman PMKK seangkatan saya diperkenalkan oleh kakak-kakak tentang apa itu PMKK, betul-betul kami diajak untuk terlibat di dalam PMKK, dijelaskan juga apa itu visi dan misinya PMKK, walaupun mungkin ketika kami dari SMA terus baru mulai masuk ke kuliah, masih seperti beradaptasi, rasanya seperti kadang semangat kadang juga tidak, dulu waktu di semester pertama saya masih merasa malas untuk datang persekutuan. Terkadang seperti lebih memilih pergi bersama teman-teman yang lain untuk makan ataupun jalan-jalan. Tetapi pada semester yang kedua, saya mulai merasa kalau sekolah di FK itu berat ya, kita ngga bisa hanya belajar ala kadarnya dan lebih banyak berhura-hura, apalagi saya itu dari Jayapura, saya mulai sadar kalau nilai-nilai saya ngga bagus, setelah itu waktu semester kedua ini, saya mulai serius masuk ke dalam kelompok KTB yang ada di PMKK. Memang dari awal semester satu sudah di bagi-bagi kelompok KTB. Kelompok KTB saya itu dr. Omega, dr. Christanti, dr. Telly Bane, dan dr. Christina Manurung, kami berlima bersama dengan kakak KTB kami. Dari KTB inilah, mulai muncul komitmen saya pribadi dengan Tuhan, dan saya mulai mengurangi kumpul-kumpul dengan teman-teman yang suka have fun, walaupun saya juga punya teman belajar yang lain. Saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan persekutuan di dalam Tuhan. Akhirnya saya juga mulai melibatkan diri dan aktif di PMKK, sempat menjadi ketua Natal dan ikut di dalam pembuatan PATMOS. Baca lebih lanjut

Seminar dan Workshop Sirkumsisi

seminar1

1.      Bagaimana awalnya ada kerinduan ingin membuat acara workshop ini?

Sebenarnya ini udah program kerja tahunannya Departemen Keilmuan PMKK yang kerjasama dengan Departemen Keilmuan PRMK. Tapi bukan cuma sekedar program kerja, kami rindu buat jadi berkat buat orang lain, bahkan yang di luar PMKK karena program ini bisa diikuti berbagai pihak. Plus sekaligus mengcover orang-orang yang ga kebagian workshopnya Diklat HIMA KU. Dan puji Tuhan, tanggapannya bagus, dari Pembantu Dekan pun mendukung ini.

2.      Temanya apa?

Tema workshop kali ini adalah Sirkumsisi. Mengapa? Karena persiapan juga untuk HUT PMKK kan mau ada sirkumsisi masal nih. Jadi sekalian mempersiapkan asisten operator untuk nanti HUT PMKK gitu. Plus memang kan kadang di daerah kita juga dimintai untuk sirkumsisi, jadi sekalian mendalami ketrampilan ini, berhubung di panum atau ketrampilan klinis tidak terlalu mendalam diajari.

3.      Pesertanya siapa aja? Baca lebih lanjut