Sharing Internsip Alumni : Selamat Datang Masalah

Lulus FK lama masih harus tambah setahun lagi baru bisa kerja?

Shallom. Saya Loraine Harinda, PMKK UNDIP angkatan 2008. Saat ini saya sedang menjalani Program Internsip yang mewajibkan para dokter fresh graduate selama 12 bulan memahirkan kompetensinya di rumah sakit maupun puskesmas. Saya bersyukur ditempatkan masih di Pulau Jawa, tepatnya Sragen yang hanya berjarak sekitar 2-3 jam saja dari Semarang.

Terdengar enak memang bisa mendapat wahana Internsip yang dekat. Mungkin tantangannya tidak seberapa dibandingkan dengan sejawat yang harus keluar provinsi, bahkan luar pulau Jawa. Namun Tuhan memang menempatkan kita dimanapun sesuai dengan rencana-Nya karena Allah akan membentuk masing-masing dengan cara berbeda.

Baca lebih lanjut

Sharing Internsip Alumni : The Grace Of God

Syalom kakak2, adik2 PMKK. Perkenalkan, saya Naomi Ditya Sari, alumni PMKK angkatan 2008. Saya baru saja mengambil sumpah Dokter bulan Oktober 2014. Dan di tahun 2016 ini, tepatnya bulan Februari dengan anugrahNya saya berhasil melewati masa internsip selama satu tahun. Supaya lebih enak, saya akan jelaskan sedikit tentang program Internsip. Internsip adalah program wajib dari pemerintah bagi semua lulusan dokter umum di seluruh Indonesia, diharapkan melalui program ini seluruh dokter akan lebih terampil lagi dalam menangani kasus-kasus baik yang ada di RS maupun di PKM. Dan puji Tuhan di angkatan saya diberlakukan internsip. Semua yang terjadi tidak ada yang buruk, tidak ada yang kebetulan, karena semuanya sudah Tuhan atur, termasuk internsip yang saya alami ini. Memang banyak sekali kontra dari Program Internsip Dokter Indonesia ini, namun saya ambil sisi positifnya saja. Karena jika terus menerus mengambil kontranya, pasti Internsip akan terasa berat dijalani. Justru lewat Internsip ini, Tuhan bukakan banyak hal bagi saya. Dan saya sungguh bersyukur.

Baca lebih lanjut

Sharing Internsip Alumni : Tuhan Yesus Untukku dan Malinau-ku

Hanya ungkapan syukur dan puji Tuhan atas semua yang Tuhan Yesus sangat ijinkan untuk ku alami dalam hidupku. Nana, biasa aku dipanggil oleh teman-temanku. Aku lulusan FK Undip 2008 yang Tuhan Yesus ijinkan untuk menjalankan program internsip selama satu tahun di kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Sebuah kabupaten yang bahkan namanya terdengar di telingaku pun tidak sebelumnya. Tapi yang saat ini akan menjadi kabupaten yang akan selalu ku ingat seumur hidupku. Sebenarnya bukan keinginanku untuk berada disini, tapi yang ku tahu itu pasti keinginanNYA yang sudah merancangkan semua hal yang terbaik dalam hidupku.

Baca lebih lanjut

Kasih Disertai Perbuatan

Baca: Yohanes 13:31-35

 

“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” Yohanes 13-34

 

 

Begitu pentingkah kasih bagi orang percaya, sehingga tak henti-hentinya kita perlu dan selalu diingatkan perihal kasih ini? Yesus memberikan perintah agar kita saling mengasihi seperti Dia yang telah lebih dulu mengasihi kita. Namun banyak orang berkata, “Aku akan mengasihi kamu jika kamu mengasihiku.” Itulah prinsip kasih dunia: pengorbanan yang bersyarat. Kasih semacam itu bukanlah kasih sejati: “Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.” (Lukas 6:32-33).

Kasih pada hakekatnya adalah untuk diberikan. Kita tidak dapat mengasihi tanpa memberi atau berbuat sesuatu. Allah telah memberiktan bukti nyata bagaimana Dia mengasihi kita. “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.” (1 Yohanes 4:10-11). Ini menunjukkan bukan kita yang mengasihi Allah, namun Allah yang telah mengasihi kita. Bukti lain bahwa Allah sangat mengasihi manusia ialah telah diciptakanNya terlebih dahulu dunia ini dan segala isinya: terang, gelap, cakrawala, langit, bumi, binatang, tumbuhan, barulah Dia menciptakan manusia, sehingga manusia dapat menggunakan dan menikmati segala fasilitas yang disediakanNya.

Jadi kasih itu dari Allah kepada manusia. Artinya kita menerima kasihNya terlebih dahulu baru kemudian kita mengasihi, Allah sebagai pemberi dan kita adalah penerima; inilah prinsip utama kasih. Jadi kekristenan adalah kasih. Semua aktivitas rohani yang kita lakukan harus berpusatkan pada kasih. Tanpa kasih semuanya sia-sia!

 

Seperti kata Paulus, “…jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna…sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku”

Pokok Doa Bulan Februari 2016

  1. Hubungan pribadi alumni dengan Tuhan supaya tetap terjaga di tengah kesibukan masing-masing
  2. Pekerjaan para alumni di manapun berada supaya bisa menjadi berkat, diberikan hikmat,kesabaran dan sukacita dalam menghadapi berbagai macam pasien
  3. Untuk dokter yang melayani di daerah terpencil agar diberikan kesehatan,dilindungi selalu
  4. untuk dokter yang sedang ppds,agar dberikan anugrah dalam menyelesaikan studi agar lancar dan selesai tepat waktu
  5. Untuk kehidupan rumah tangga alumni supaya tetap harmonis dlm Tuhan, dan bagi yg masih bergumul pasangan hidup supaya Tuhan pertemukan dengan orang yang tepat di waktu yang tepat
  6. Untuk kesehatan para alumni dan keluarga
  7. Untuk rencana gathering bulan juni supaya ditepatkan waktu dan tempatnya
  8. Untuk yang berulang tahun : dr. Annindita Kartika Febri, semoga terus diberkati dalam setiap langkah hidup
  9. Untuk regulasi JKN agar dtemukan titik temu yang baik bagi semua masyarakat,dokter dan pemerintah. Minta campur tangan Tuhan agar semua tetap aman terkendali.