Sharing Alumni: Overflowing Grace (2)

1454649123454
Panitia dan peserta Overflowing Grace berdoa sebelum acara dimulai.

Sejak saat itu, Tuhan mengajari saya untuk memulainya dengan hal simpel, dari tiap momen ulang tahun saya, Tuhan menaruh kerinduanNya untuk saya mengerjakan sesuatu persembahan sebagai ucapan syukur bagi Tuhan, yang kiranya dapat menjadi berkat untuk orang lain. Dalam dua puluh tahun perjalanan hidup saya, Tuhan sudah begitu banyak memberikan yang terbaik, kehidupan bahkan masih bisa bernapas sampai hari ini dan menjadi seorang dokter, semuanya pemberian Tuhan yang cuma-cuma, karena anugerah. Dari situ di setiap ulang tahun saya, saya mulai mengerjakan bakti sosial sambil melakukan pelayanan Injil kepada masyarakat, mulai dari mendoakan dan membagi makanan kepada pasien-pasien di rumah sakit, bakti sosial ke panti asuhan, semua hanya untuk kemuliaan nama Tuhan. Tuhan mengajar saya untuk melayani mereka dan membawa jiwa-jiwa ini kembali ke hadirat Tuhan, untuk tidak hanya menjadi dokter tetapi bisa menjadi berkat untuk mereka dapat mengenal kasih Tuhan yang luar biasa ajaib.

Saya bersyukur di bertambahnya umur saya yang ke-24 ini Tuhan izinkan saya untuk mengerjakan aksi sosial bersama di Boyolali, wahana internsip saya. Acara ini termasuk acara yang lumayan besar dan butuh persiapan yang tidak sebentar, tetapi sangat sebanding dengan hasil dan dampaknya bagi masyarakat Boyolali. Kami bersyukur bisa melayani di sana, bukan sekedar menjalankan tugas internsip tetapi diberi kesempatan dan anugerah untuk bisa menjadi berkat bagi masyarakat Boyolali.

Dari sinilah saya mengerti apa destiny yang Tuhan taruh dalam kehidupan saya, profesi apapun selanjutnya ke depan yang Tuhan izinkan saya jalani, Tuhan merindukan saya menjadi seorang dokter yang memperkenankan hati Tuhan, agar kehidupan saya ini dipersembahkan seluruhnya untuk Tuhan dan sesama, sehingga dapat menjadi berkat buat banyak orang. Dokter yang memperkenankan hati Tuhan bukan sekadar dokter yang menjalankan profesinya, tetapi juga mengerti dengan tepat hati Tuhan dan kerinduanNya untuk kita kerjakan dalam kehidupan ini, yang kita kerjakan tanpa banyak kompromi dan sungguh-sungguh dari hati kita untuk Tuhan. Kehidupan yang dipersembahkan untuk Tuhan dan orang lain berarti siap untuk berkorban, mengesampingkan kepentingan sendiri untuk orang lain supaya mereka bisa mengenal Tuhan dan kasihNya serta diberkati. Ini bukan hal yang mudah, tetapi bersama dengan Tuhan kita pasti bisa, yang terpenting adalah hati yang mau terus belajar untuk dididik dan diproses.

bersambung

Sharing Alumni: Overflowing Grace (1)

Oleh dr. Raissa Vaniana Hartanto

Aksi sosial bersama di Boyolali dengan tema “Overflowing Grace” ini diadakan pada hari Minggu, 17 Januari 2016 di Puskesmas Banyudono I  Kabupaten Boyolali. Saya, Raissa  Vaniana Hartanto selaku ketua acara sangat bersyukur kepada Tuhan atas terlaksananya acara ini, sungguh hanya karena anugerah Tuhan acara ini bisa berlangsung dan memberkati banyak orang. Acara ini merupakan kerinduan bersama dari Persekutuan Dokter Internsip Boyolali yang kami percaya juga merupakan kerinduan hatiNya untuk kami kerjakan dan jadi berkat di Boyolali. Kami mengambil tema “Overflowing Grace” karena kami merasakan anugerah yang terus berlimpah dan mengalir yang Tuhan berikan buat kami, dan karena itu kami rindu untuk juga menjadi saluran berkat bagi masyarakat Boyolali. Acara ini banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, yaitu alumni PMKK beserta para pengurus, para MKFK, staf Puskesmas Banyudono I, dan pihak-pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.  Saya sangat percaya semua terjadi karena campur tangan kuasa Tuhan yang nyata, karena kami sungguh tidak mampu jika melaksanakan ini sendiri, dan dengan melihat banyaknya pihak yang ikut mewujudkan acara ini, begitu terasa pengalaman bersama Tuhan yang luar biasa. Acara ini bukan hanya berjalan lancar, tetapi banyak pihak yang diberkati dan merasakan kasih Tuhan yang nyata dalam hidup mereka.

1454649131368
Panitia dan peserta pada pelayanan Overflowing Grace

Saya rindu untuk berbagi di sini mengenai pergumulan awal dan kerinduan hati kami untuk acara ini bisa dilaksanakan, karena bila semua dilakukan dengan hati bersama Tuhan akan jadi sesuatu yang tidak biasa dan berbeda.

Kegiatan ini berawal dari kerinduan saya untuk dapat saya kerjakan di ulang tahun saya tahun ini. Ketika saya berulangtahun yang ke-20, sekitar 4 tahun yang lalu, Tuhan menegur serta mendidik hati dan pikiran saya mengenai perbedaan dua hal. Yang pertama adalah cita-cita/profesi, yang kedua adalah destiny/tujuan hidup. Cita-cita dan profesi kita semua tentunya menjadi seorang dokter, tetapi sebenarnya kita juga harus mencari destiny kita di dalam kehidupan ini. Sebenarnya ada destiny yang Tuhan taruh dalam tiap hati kita untuk dikerjakan sehingga kehidupan kita ini menjadi berarti  buat banyak orang maupun Tuhan sendiri. Ada nilai dan arti dalam kehidupan yang kita jalani ini. Dan semakin hari Tuhan bukakan tentang destiny ini, bahwa ada rencana Tuhan yang Tuhan ingin untuk kita kerjakan dalam kehidupan ini.

bersambung

HUT PMKK 35: Be Fruitful!

HUT PMKK ke-35 kali ini mengangkat tema “Be Fruitful” dengan ayat pegangan Yohanes 15:16 “Bukan aku yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” Panitia menyadari bahwa selama ini Tuhan sudah banyak memberkati PMKK hingga 35 tahun. Saatnya PMKK menghasilkan buah yang dapat dilihat orang lain dan berdampak bagi sesama.

Untuk itu, panitia mempersiapkan HUT PMKK ke-35 ini sejak awal kepengurusan. Sehingga sejak bulan Maret 2015 panitia telah mengadakan survei ke desa Kenteng, kecamatan Sumogawe, kabupaten Semarang. Saat kami berkunjung, kami disambut hangat oleh Ketua RT sekaligus Gembala Gereja di sana. Kami diizinkan untuk mempersembahkan pujian dan berkeliling melihat apa yang dibutuhkan dari desa Kenteng untuk kami kerjakan. Masih ada banyak rumah di sana yang menyatu dengan kandang ternak dan menurut Bapak Gembala, pengelolaan kotoran hewan di sana belum baik. Akhirnya, Baca lebih lanjut

Kunjungan Kasih: Panti Jompo Pelkris ELIM

Puji Tuhan, PMKK diberi kesempatan lagi untuk melayani orang-orang di luar PMKK. Bulan Juni lalu, hari Sabtu, 4 Juli 2015 kami diizinkan untuk mengadakan kunjungan kasih dan persekutuan bersama oma-opa di Panti Jompo Pelkris “ELIM”. Awalnya dr. Lusiana Batubara yang memberi info mengenai panti jompo ini. Rupanya kak Lusi sudah lama diminta tolong untuk anak-anak FK membantu pelayanan non-panti di sana setiap hari Rabu awal bulan. Namun, setelah kami, departemen Misi melakukan survey ke sama, ternyata tidak memungkinkan untuk kami melayani di pelayanan non-panti tersebut.

Akhirnya, setelah diskusi dengan Ibu Novi dan Ibu Kamtini, pengurus panti, kami memutuskan untuk mengadakan ibadah bersama dengan oma-opa di sana pada hari Sabtu pagi di bulan Juni dengan petugas full dari kami, termasuk pembicara. Pada awalnya kami bingung siapa yang akan menyampaikan renungan dan petugas di ibadah nanti. Tetapi setelah diberi waktu berdoa, Melissa memberi diri untuk Tuhan pakai menyampaikan firman Tuhan tentang sukacita dan hal kekhawatiran. Ada 4 cara yang dibahas saat itu agar kita tidak khawatir dalam menjalani kehidupan. Pertama, percaya kalau Tuhan selalu menyertai kita, yang kedua adalah berpikir positif. Selanjutnya, percaya kalau Tuhan yang kasih kekuatan, serta terakhir adalah menyerahkan segala kekuatiran kita kepada Tuhan.

Oma-opa begitu senang dan bersemangat menyambut kami cucu-cucu mereka dari FK Undip. Saat awal memuji Tuhan, beberapa dari oma-opa juga ikut menirukan gerakan pujian. Salah satu hal yang sangat menggembirakan buat kami adalah saat di sela pujian, kami saling berkenalan dan mengucapkan “Oma/Opa cantik/ganteng sekaliii hari iniii!”. Oma-opa terlihat sangat senang sampai beberapa dari mereka memeluk cucu-cucu mereka ini. Di akhir ibadah, WL memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan firman yang telah disampaikan dan mereka terlihat sangat antusias menjawab pertanyaan tersebut, terlebih mendapat kenang-kenangan yang telah kami sediakan.

kunjungan panti jompo4

Kunjungan ke kamar masing-masing

Total oma-opa yang berada di Panti Jompo “ELIM” saat ini adalah 62 orang, termasuk yang sudah mengalami bed rest total. Karena itu kami memutuskan untuk mengunjungi kamar oma-opa masing-masing, memberikan bunga mawar merah, dan mendoakan mereka. Jujur ini merupakan pengalaman baru bagi kami dan pengalaman ini benar-benar mengajarkan kami banyak hal. Mungkin memang yang kami dapat berbeda satu dengan yang lain, tapi satu hal yang kami pelajari bersama bahwa Allah sangat mengasihi kita.

Kunjungan panti jompo1Kunjungan panti jompo2Kunjungan panti jompo3

Kami belajar dari oma Annie yang meskipun sudah tidak bisa jalan lagi, hanya bisa duduk, tetapi ia dapat mengucap syukur karena masih bisa membaca. Saat kami masuk ke kamarnya pun Ia sedang membaca buku renungan harian.

Kami belajar juga dari seorang oma yang sejak kami masuk ke kamarnya tidak berhenti mengucapkan “Haleluya! Terima kasih Tuhan, Allah baik….” Dalam kelamahan fisiknya ia tidak berhenti mengucap syukur dan memuji Tuhan lewat mulutnya, bahkan kami yang didoakan oleh beliau. Ah, rasanya ….

Dan satu hal lagi yang Tuhan izinkan, opa Adi mau terima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Kami benar-benar bersyukur Tuhan kasih kami kesempatan untuk melihat karya kebaikan dan pemeliharaan Tuhan dalam hidup oma-opa. Kami melihat bahwa Tuhan hadir dan melawat tempat itu. Menjadi teman ngobrol mereka rasanya membahagiakan bisa menjadi penghibur di dalam rutinitas mereka yang mungkin mereka sudah bosan. Tapi sekali lagi Tuhan Yesus menunjukkan kasihNya kepada kami dan oma-opa dengan mengizinkan kunjungan ke Panti Jompo kemarin berlangsung dengan baik.

Terpujilah nama Tuhan yang dengan setia selalu memelihara kehidupan kita.

Ricca Angelina Ethel

Kunjungan Kasih PMKK: Puri Saras

Pada bulan Juli, PMKK mengadakan kunjungan ke Puri Saras. Kunjungan yang diikuti oleh pengurus dan anggota PMKK ini diadakan sebagai bentuk persekutuan doa pengurus dari departemen misi. Puri Saras sendiri adalah rumah perawatan kesehatan di bidang psikiatri, neurologi, geriatrik, dan pelayanan homecare. Pasien dari panti rehabilitasi ini didominasi oleh para orang tua, namun ada pula yang masih seumuran dengan anak-anak PMKK. Pengurus merasa sangat senang karena Puri Saras sangat terbuka dengan kegiatan PMKK untuk bersekutu bersama-sama memuji Tuhan.

Kegiatan yang dilakukan di Puri Saras yaitu dimulai dengan ibadah bersama dengan pasien rawat inap maupun rawat jalan yang dipimpin oleh Egan dengan pemusiknya adalah Daniel. Materi dalam ibadah ini diberikan langsung oleh dr. Innawati Jusup, M.Kes, Sp.KJ yang juga sebagai pengurus dan dokter dari Puri Saras. Materi yang disampaikan ternyata tidak hanya membuka pemikiran para pasien Puri Saras tapi juga PMKK mengenai bertumbuh baik dalam iman, pergaulan, kehidupan.

puri saras5puri saras7

Setelah ibadah selesai, ada surprise yang disiapkan untuk beberapa pasien, perawat, pengurus, maupun Puri Saras sendiri karena ternyata pada bulan itu mereka berulang tahun dan Puri Saras genap berusia 2 tahun. Tampak keceriaan dari para peserta bersamaan dengan acara tiup lilin, pemotongan tumpeng, dan pemberian kado. Anggota Puri Saras dan PMKK pun makan malam bersama setelah perayaan ulang tahun itu.

puri saras4

Selesai makan, pengurus membagi kelompok yang terdiri dari pasien puri saras dan beberapa PMKK. Di kelompok kecil ini, peserta bisa sharing, berbagi pengalaman, dan juga ditutup dengan doa. Acara pun tak selesai sampai di situ, karena ada game tebak nama yang dilakukan oleh pasien dengan hadiah telur asin yang dibuat oleh pasien Puri Saras, kemudian ditutup dengan penyalaan balon api yang sudah ditempeli harapan dari setiap peserta baik dari puri saras maupun PMKK.

puri saras

Para anggota Puri Saras tampak senang dengan kegiatan yang dilakukan bersama PMKK ini. Puri Saras juga mengatakan bahwa mereka tidak ada kegiatan rutin untuk persekutuan seperti ini dan sangat terbuka untuk melakukan kegiatan bersama lagi ke depannya. Anggota PMKK sendiri pun mendapatkan pengalaman, pelajaran, dan kesan yang menyenangkan dari kunjungan ini. Cerita yang dibagikan oleh anggota Puri Saras membuka pikiran pengurus kepada hal baru dan bisa merasakan apa yang dirasakan oleh para pasien.

Pani Eirene Sitorus