Saat Bosan Melanda

Ketika seorang dokter sudah bekerja secara tetap di sebuah Rumah Sakit, Puskesmas, atau di manapun tempat mengabdi kita secara permanen, kerap kali kita terjebak dalam rutinitas dan akhirnya kehilangan sukacita melayani. Di awal kita merasa begitu bersemangat, dan senantiasa mengawali hari dalam doa agar kita dapat menjadi saluran berkat untuk para pasien yang ada. Tetapi tidak dapat dipungkiri, aktivitas sehari-hari yang ‘itu-itu saja’ dan kurang variatif kadang membuat kita kehilangan greget.

Awalnya mungkin kita tidak menyadari hal ini. Namun, seiring berjalannya waktu, hati terasa kosong dan bosan. Dan saat kebosanan telah melanda, ada kalanya apa yang kita kerjakan akhirnya menjadi setengah hati. Terapi dan tatalaksana pasien ala kadarnya, edukasi seadanya, dengan bermacam dalih yang kita miliki. Akhirnya, sukacita pun lenyap. Padahal Rasul Paulus berpesan, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”

Tuhan adalah satu-satunya sumber sukacita kita. Oleh sebab itu, jika kita mulai merasa kehilangan gairah dalam bekerja, perlulah kita mengevaluasi diri, mungkinkah kita telah menjauh dari Tuhan? Ia tidak pernah jauh dari kita, bahkan Bapa sendiri berfirman pada Mazmur 32:8 – “Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh, Aku hendak memberi nasihat, mataKu tertuju kepadamu.

Kita perlu datang kepada Allah setiap hari, dan memohon sukacita dan gairah bekerja kepada Sang Sumber itu sendiri. Tuhan tidak pernah menahan kebaikanNya untuk pribadi yang mau senantiasa belajar taat kepadaNya. Selain itu, kita juga perlu mengingat kembali awal pelayanan kita sebagai dokter, sejak dinyatakan diterima di Fakultas Kedokteran, lulus dokter umum, mendapat pekerjaan, membuka praktik pertama kali, diterima kuliah pascasarjana atau pun lanjut ke program PPDS, sampai akhirnya dapat menjadi seorang dokter spesialis, master, ataupun doktor. Kenanglah sukacita yang membuncah di masa tersebut, bagaimana Allah telah terus-menerus melimpahkan kasih dan anugerah bagi kita dalam melewati setiap jenjang tersebut. Tuhan Allah yang sama, yang telah memimpin kita, Ialah juga yang akan memampukan kita melawan kebosanan, menerima kembali kasih mula-mula, sehingga dapat kembali melayani pasien dan bekerja sepenuh hati dan dengan gairah memuliakan Tuhan.

Selanjutnya, kita pun perlu mulai menemui pasien yang kita layani selayaknya kita melayani Tuhan secara langsung. Dalam Kolose 3:22 dinyatakan, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Sebagai anak-anakNya tentulah kita harus memberikan yang terbaik dari apa yang ada pada kita, untuk Bapa. Dan jika demikian, berarti setiap hari kita perlu memberikan yang terbaik untuk para pasien yang kita layani. Hanya dengan pengertian inilah, kita mampu menangani pasien dengan penuh tanggung jawab dan tidak seadanya.

Menjadi dokter merupakan sebuah pelayanan kasih, dan dari Tuhan saja kita akan menerima bagian kita, karena Kristus-lah tuan kita (Kolose 3:23). Selamat berjuang mengatasi kebosanan dan tetaplah bersukacita!

Roma 12:11

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Penyuluhan Kesehatan Getasan, Kopeng

Shallom semuanya! Saya Olivia Roxanne PMKK angkatan 2013. Saya akan sharing sedikit tentang pelayanan kesehatan yang dilakukan PMKK pada 1 Mei 2015 di Desa Diwak, Kecamatan Getasan, Kopeng.

Bekerjasama dengan tim dari  STT Kristus Alfa Omega dan Fakultas Seni Pertunjukan UKSW, di sana PMKK berbagi kasih dengan mengadakan penyuluhan kesehatan, cek tensi – gula darah – kolesterol, dan konsultasi kesehatan gratis bagi warga Desa Diwak. Penyuluhan yang kami lakukan bertopik Diabetes Melitus, khususnya Diabetes Melitus tipe II.

Mengapa Diabetes Melitus ?

Penyuluhan Kesehatan 3

Secara statistik, prevalensi Diabetes Melitus di desa Diwak cukup tinggi. Diabetes Melitus yang dibicarakan adalah tipe II, yang secara kuat dipengaruhi oleh gaya hidup terutama diet harian warga. Setelah ditelusuri, warga Desa Diwak memiliki kesukaan untuk mengkonsumsi teh manis, gorengan, dan lain-lain makanan maupun minuman yang berkalori tinggi tanpa diimbangi dengan aktivitas yang seimbang. Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat penyakit DM tipe II dapat dicegah. Selain itu, kesadaran warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin relatif rendah. Warga lebih suka mencari obat sendiri ke warung-warung atau tidak berobat sama sekali. Obat yang diperoleh di warung tentu tidak diresepkan oleh tenaga medis sehingga hanya mengobati gejala yang dikeluhkan.

Apa yang PMKK lakukan? Baca lebih lanjut

Sudahkah Anda Siap?

Waktu yang kita miliki adalah waktu yang sangat berharga dan waktu yang singkat. Ibaratnya kita lahir di dunia ini seperti kita  melancong ke suatu tempat dan pada saatnya nanti kita akan pulang ke rumah kita masing-masing. Jadi kita hidup di dunia ini hanya sementara saja. Sudahkah kita mempergunakan waktu yang ada dengan sebaik mungkin? Atau mungkin kita hanya menyia-nyiakan waktu kita saja?

Menjelang hari Tuhan yang semakin mendekat, kita sebagai anak Tuhan harus semakin waspada. Waspada dalam segala hal sangat perlu dilakukan, supaya saat Tuhan datang nanti kita sudah siap. Seperti cerita di Alkitab tentang mempelai wanita yang terus berjaga, ia mempertahankan pelita miliknya sampai mempelai pria datang. Begitu pula kita, kita juga harus mempertahankan pelita milik kita masing-masing supaya tidak padam begitu saja. Api yang kita miliki harus terus berkobar sehingga kita dapat menjadi terang dan berkat bagi orang-orang di sekitar kita, walaupun untuk mewujudkan itu kita membutuhkan pengorbanan yang besar.

Mempertahankan pelita dalam konteks kehidupan sehari-hari sangatlah simpel, namun terkadang sulit untuk dilakukan. Karena di jaman sekarang ini, dunia sudah semakin berbeda. Sesuatu yang benar yang kita lakukan justru akan dianggap salah oleh dunia. Hal yang salah di dunia ini justru sudah menjadi kebiasaan yang dianggap benar oleh masyarakat. Simpel saja saudara, saya ambil contoh dalam lingkup pekerjaan kita sebagai seorang dokter. Saat anda praktek, manakah yang akan saudara pilih? Apakah mengobati pasien-pasien anda secara cepat untuk mengejar target penghasilan atau justru anda akan memilih untuk mengobati mereka dengan sabar dan melayani satu persatu tanpa perlu tergesa-gesa? Lalu saat kita tugas jaga manakah yang akan kita pilih, apakah benar-benar jaga atau malah kita pergi ke tempat yang lain? Masih banyak pelanggaran kecil lainnya, saya yakin saudara masing-masing juga sudah paham dengan pelanggaran-pelanggaran tersebut di dunia kesehatan. Sebenarnya bukan masalah pelanggaran kecil atau besar, yang penting adalah bagaimana kita dapat dipercaya oleh Tuhan dalam mengerjakan suatu hal, baik hal yang besar maupun hal yang kecil sekalipun. Sudah saatnya kita untuk tidak kompromi lagi dengan pelanggaran kecil. Kita tidak akan pernah tahu kapan Tuhan akan datang, entah hari ini, besok, lusa, atau beberapa tahun lagi? Tidak ada yang tahu akan hal itu. Namun ada satu hal yang saat ini dapat kita kerjakan, yaitu mengerjakan bagian kita dengan sebaik mungkin. Melakukan setiap pekerjaan dan tanggung jawab kita dengan maksimal untuk Tuhan, untuk menyenangkan hatiNya. Jangan sampai minyak untuk pelita kita habis saat mempelai pria kita nanti datang untuk kita.  Teruslah berjaga, dan memberikan yang terbaik untuk Tuhan.

Efesus 5:16-17

“dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan”

Komunitas PMKK Alumni

Shalom kakak-kakak dokter Alumni PMKK dan adik-adik PMKK semua.

Perkenalkan saya dr. Fransiska Sutrisno, atau saya lebih familiar di panggil Ncis atau Kak Ncis, saya dan teman-teman baru saja lulus menjadi dokter, sekaligus baru menjadi alumni di PMKK. Izinkan saya menyampaikan sharing tentang PMKK Alumni dan Pengurusnya. Pada awalnya, memang dari dulu setelah PMKK terbentuk, ada yang disebut sebagai Alumni PMKK, yaitu sebuah komunitas yang didalamnya berisi kakak-kakak yang telah lulus menjadi dokter dan yang dulu pernah bersama-sama di PMKK. Namun, seiring dengan waktu, dan karena keterbatasan dari jumlah pengurus PMKK itu sendiri, sehingga PMKK mengalami kesulitan di dalam menjalin hubungan dengan para alumni. Tetapi Tuhan yang kita sembah sungguh amat baik. Sampai saat ini, Dia boleh terus sertai PMKK, bahkan didalam kepengurusan sehingga jumlahnya pun Dia tambahkan.

PMKK ALUMNI

Kerinduan awal untuk menghidupkan kembali komunitas PMKK Alumni adalah bahwa kami dan PMKK sangat rindu untuk menjalin kembali tali persaudaraan dengan kakak-kakak kami alumni PMKK, biarlah tali yang dulu sudah pernah ada boleh kembali terpasang sampai kapan pun. Baca lebih lanjut

Integritas Seorang Pelayan

Lukas 19:11-27

Dalam salah satu bukunya “The Case of Christianity, C.S. Lewis mengatakan bahwa  manusia adalah makhluk yang percaya pada otoritas. Mengapa demikian? Sembilan puluh persen yang manusia percayai adalah apa yang dikatakan orang lain, seperti: sahabat, kerabat, keluarga, media, para ilmuwan, dan lain-lain. Kita percaya begitu saja tanpa mengujinya sendiri. Kita yakin bahwa orang yang mengatakannya adalah orang yang memiliki integritas dan dapat dipercaya. Demikian halnya Allah tidak pernah ingkar terhadap janji kehidupan kekal dan keadilanNya.

Dalam nas ini, Kristus mengumpamakan diriNya dengan si bangsawan yang adalah calon raja, yang sedang merantau di negeri orang (11-12). Untuk mendapatkan hakNya, Kristus harus memikul seluruh dosa manusia di Golgota. Hanya lewat cara ini, Kristus dapat memperoleh takhta surgawi.

Selama di dunia ini, Kristus mempersiapkan dua belas murid beserta para pengikutNya yang setia. Ia membekali dan mendidik mereka dengan ajaran Allah Bapa, melatih bersaksi tentang Injil Kerajaan Allah, serta menempa agar menjadi saksi dan teladan Kristus di mana-mana. Ia membentuk mereka menjadi manusia baru yang terus disempurnakan (13). Setelah mereka dibekali, Kristus mempercayakan kelanjutan misi BapaNya ke tangan mereka. Ia berjanji akan dating menghakimi orang yang lalai menjalankan tugasnya. Selain itu, ia berjanji akan memberikan penghargaan bagi mereka yang setia dan bertanggungjawab dalam perkara kecil (15-27).

Marilah kita menjadi hamba Kristus yang setia dan dapat dipercaya dalam melayani kehendakNya. Besar kecilnya porsi pelayanan bukanlah hal yang penting. Bukankah anugerah yang kita terima setiap hari, seperti kesehatan, kekayaan, kepintaran, dan lainnya, seharusnya digunakan untuk melayani sesama yang membutuhkan. Setiap jerih lelah ada upahnya. Setiap perilaku kemalasan ada ganjarannya.

Semoga memberkati.

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
2 Timotius 3:16