Tuhan yang membuatku terkagum (Sharing Alfredo, Juara I Anatomi Gimsco 2015)

Shallom kakak-kakak teman-teman adik-adik yang terkasih 🙂

Perkenalkan saya Alfredo, MKFK angkatan 2012, biasanya dipanggil Edo.

Buat saya sendiri, PMKK adalah keluarga yang jadi tempat yang menguatkan dan bertumbuh di dalam Tuhan. Begitu banyak hal yang bisa saya pelajari dari setiap individu yang ada dalam PMKK dan saya percaya Tuhan tidak pernah salah menempatkan orang-orang di sekitar saya, termasuk setiap orang di dalam PMKK yang boleh saya kenal dan belajar banyak hal, terkhusus dalam hal menjadi dokter Kristen yang mengerti dan menghidupi panggilan Tuhan dalam hidupnya.

Sekarang saya sudah memasuki semester 8. Awal perkuliahan saya sangat sulit untuk menyesuaikan cara belajar di kedokteran. Saya melihat bagaimana berkali-kali saya gagal pada pretest, tentamen maupun saat ujian mid pre dan akhir semester. Sempat terpikir pada waktu itu, apa saya salah dalam menginterpretasikan jawaban Tuhan? Dalam pergumulan saya, Tuhan tetap meyakini saya bahwa menjadi dokter adalah panggilan Tuhan dan bagaimana saya diajar untuk beriman untuk apa yang belum saya lihat. Perlahan demi perlahan Tuhan menunjukkan penyertaanNya dalam studi saya. Nilai akademis saya membaik, bahkan saya dipercayakan untuk menjadi asisten dosen Anatomi. Disitu saya diajarkan bagaimana lemahnya saya saat saya berjuang dengan kekuatan sendiri dan bagaimana iman menjadi dasar saya untuk tetap bertahan dan melihat pekerjaan Tuhan yang begitu besar.

Awal November 2015 kemarin, saya dipercayakan mewakili UNDIP pada Perlombaan Anatomi nasional di Jogja, GIMSCO. Pada waktu itu saya dan partner saya Thomas mulai mempersiapkan perlombaan sejak awal September, dimana pada waktu itu setiap sore kami berkumpul untuk belajar. Cukup sulit untuk saya mempersiapkan perlombaan ini karena fokus yang cukup terbagi waktu itu. Persiapan KemBak sebagai fasilitator pada minggu pertama Oktober, minggu kedua mengisi acara di temu Alumni FK Undip, minggu ujian mid di minggu ketiga, minggu keempat acara HUT PMKK ke-35 sebagai penanggung jawab sirkumsisi massal, dan beberapa hari berikutnya adalah perlombaan. Pikiran saya begitu terpecah pada waktu itu, terutama kegiatan sirkumsisi massal karena kegiatan ini adalah kegiatan sirkumsisi masal pertama PMKK dan saya kebingungan dalam mempersiapkannya. Tetapi Tuhan begitu baik, Tuhan mengirimkan saya orang-orang yang mau membantu, dan saya belajar begitu banyak hal pada saat itu. Pada hari perlombaan pun, Tuhan memperlihatkan bagaimana penyertaanNya, bagaimana hikmat Tuhan mengalir, bagaimana Tuhan mengatur semua situasi, sehingga saya bisa meraih juara 1.

Saya hanya bisa terkagum, karena secara pandangan manusia, melewati semuanya adalah tidak mungkin, tapi saya begitu mengucap syukur memiliki Allah yang berdaulat atas kemustahilan.

Pengalaman saya melayani di PMKK, saya pernah menjadi pengurus magang bidang keilmuan di tengah menuju akhir tahun 2013, pengurus bidang keilmuan 2014, dan menjadi Koordinator Bidang 1 pada kepengurusan 2015. Sangat banyak hal yang saya dapatkan di kepengurusan PMKK selama ini, dan yang bisa saya utarakan adalah, saya mengucap syukur Tuhan boleh memberi kesempatan melayani di PMKK. Kalau enak ga enak yaa, campur-campur ya, tapi pada akhirnya saya meilhat semua mendatangkan kebaikan buat saya sendiriimg1446393065398.

Untuk penutup, apapun yang hari-hari ini jadi pergumulan kita, tetap percaya kalau Tuhan sudah memanggil kita, Tuhan yang akan tanggung jawab atas hidup kita, dan bagian kita adalah taat akan panggilan tersebut.

Tuhan berkati

Sharing Alumni: Overflowing Grace (4)

Pasar murah dan pembagian sembako

Pasar murah diadakan tepat di halaman gedung Puskesmas Banyudono. Di sini banyak dijual barang-barang yang telah disumbangkan oleh anak-anak PMKK maupun alumni. Barang yang ada kami jual dengan sangat murah. Awalnya kegiatan sempat berjalan kacau karena sebelum stand pasar murah ini dibuka banyak warga yang sudah berkerumun untuk segera membeli barang-barang yang ada. Puji Tuhan akhirnya kami bisa mengatur antrian dan mereka bersedia menunggu dengan tertib hingga acara dimulai dan stand dibuka. Hal yang tidak kami duga sama sekali kalau semua barang pasar murah ludes dibeli oleh warga tanpa sisa. Hati kami bersyukur bisa menjadi saluran berkat bagi para warga lewat pasar murah ini.

Kegiatan pasar murah di halaman Puskesmas Banyudono
Kegiatan pasar murah di halaman Puskesmas Banyudono

Sembako diberikan khusus bagi para warga yang benar-benar tidak mampu. Beberapa hari sebelum acara dimulai, kami dibantu oleh pihak Puskesmas melakukan survei pada warga yang sangat tidak mampu, kemudian membagikan kupon sembako ini untuk mereka. Pada waktu acara ini mereka mengambil sembako sambil membawa bukti kupon yang telah diberikan. Sangat bersyukur bisa memberkati mereka lewat hal ini, sembako ini ternyata begitu berarti buat keluarga mereka yang berkekurangan.

Khitanan massal 

1454649116539
MKFK, dr. Jonsinar, SpBA bersama dokter alumni PMKK yang melayani di khitanan massal

Khitanan massal dilaksanakan di dalam gedung Puskesmas Banyudono I, dikerjakan oleh dr. Jonsinar, SpBA dan dr. Purnomo Hartanto, SpOG selaku operator dan dibantu oleh dokter alumni PMKK serta beberapa adik MKFK sebagai asisten. Pada awalnya sebelum hari acara, ada beberapa masalah yang sempat terjadi, antara lain alat khitan yang tidak lengkap kemudian pasien untuk khitan massal sama sekali belum ada.

Dari awal tim Puskesmas memberitahu kami kalau mungkin tidak ada pasien khitanan massal karena tanggal acara kami sudah memasuki tahun ajaran baru sekolah. Tetapi kami tetap berusaha dan tentu saja menyerahkannya kepada Tuhan. Syukur pada Tuhan, mendekati hari acara kami mendapatkan 6 pasien anak yang mau untuk dikhitan, dan hal ini menjadi berkat bukan hanya untuk pasien tetapi juga tim Puskesmas bahkan panitia acara ini. Kami sangat percaya semua karena campur tangan Tuhan yang ajaib.

Khitanan massal oleh dokter alumni PMKK
Khitanan massal oleh dokter alumni PMKK

Alat khitan yang awalnya tidak lengkap pun bisa kami dapatkan lengkap dan cukup untuk pengerjaan di hari-H, tentunya semua karena Tuhan yang telah menggerakkan hati alumni PMKK untuk membantu kami. Acara khitan berjalan dengan lancar dan dokter internsip serta adik-adik MKFK pun bisa belajar mengerjakan khitan. Kami percaya ada campur tangan Tuhan yang ajaib disini dan kami bersyukur mendapatkan kesempatan untuk mengadakan khitan massal di acara ini.

Demikianlah rangkaian acara “Overflowing Grace” yang kami laksanakan di Boyolali, kiranya apa yang saya bagikan di sini boleh menjadi berkat bagi saudara-saudari terkasih. Tuhan Yesus memberkati.

1454649136535

Sharing Alumni: Home Visit – Overflowing Grace

Oleh dr. Annindita Kartika Febri

Syalom, PMKK dan PMKK Alumni. Saya Tika, PMKK 08. Pada kesempatan ini saya ingin sharing tentang kegiatan home visit yang merupakan salah satu pelayanan dari aksi sosial “Overflowing Grace” yang diadakan pada hari Minggu, 17 Januari 2016 di Puskesmas Banyudono 1, Boyolali. Home visit ini merupakan kegiatan kunjungan rumah untuk para pasien yang mengalami keterbatasan untuk datang ke pengobatan massal yang diadakan di Puskesmas Banyudono 1. Kami meminta bantuan para bidan desa untuk mendata apakah ada pasien yang membutuhkan kunjungan rumah. Puji Tuhan para bidan desa menyambut dengan baik dan membantu kami untuk memilih pasien yang akan kami kunjungi saat home visit.

Sekitar 1 minggu sebelum pelaksanaan home visit, kami diberitahu bahwa ada 16 pasien yang akan kami kunjungi. Saat mengetahui jumlah tersebut, ada dua hal yang kami pergumulkan. Kami bersyukur ternyata pelayanan ini mendapat perhatian yang baik tetapi kami mengetahui keterbatasan kami yaitu kami hanya memiliki waktu 3 jam, jumlah personil dari tim home visit ini hanya 3 orang dokter dan 4 adik PMKK, dan kami juga memiliki keterbatasan transportasi. Kami sama-sama berdoa kepada Tuhan meminta Tuhan tepatkan dan sempurnakan segala perencanaan kami. Kami juga meminta bantuan transportasi kepada pihak Puskesmas, agar bisa membagi tim menjadi dua bagian dan diharapkan bisa lebih efektif dan efisien dalam melakukan home visit.

Puji Tuhan, Puskesmas bisa meminjamkan ambulans sehingga kami pun membagi kelompok menjadi 2 tim. Tim 1 terdiri dari dr. Fransiska, Melissa, Olive, dan saya sendiri sedangkan tim 2 terdiri dari dr. Nimfa, Irwandi, dan Natalia. Masing-masing kami memegang 8 pasien home visit. Masing-masing tim diperlengkapi dengan alat pemeriksaan tanda vital, alat untuk memeriksa gula darah, kolesterol, dan asam urat,  obat-obatan yang sekiranya dibutuhkan, serta sembako untuk para pasien. Setiap tim berangkat menuju rumah-rumah bersama bidan desa yang kami tuju. Kami mengunjungi setiap pasien selama 15-30 menit. Selain memeriksa dan memberikan terapi, kami juga mendengar cerita para pasien. Bagaimana perjalanan penyakit beliau dan bagaimana perjuangan mereka dalam menghadapi penyakit tersebut. Hal ini membuat kami sadar betapa banyak berkat yang Tuhan berikan kepada kami, serta betapa kami harus bisa menjadi berkat untuk orang lain terutama pasien-pasien yang sudah Tuhan percayakan kepada kami. Di akhir kunjungan, kami mengajak pasien untuk berdoa bersama, meminta kekuatan dan kesembuhan kepada Tuhan. Kami berdoa supaya jangan sampai pengharapan dan semangat para pasien pudar karena penyakit yang dialami. Kami sangat bersyukur merasakan hangatnya penerimaan para pasien kepada kami.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Melalui kegiatan ini, kami tim home visit sangat merasakan kuasa Tuhan yang bekerja dan menyempurnakan setiap pekerjaan kami hari itu. Tuhan yang menguatkan kami walaupun kami kurang istirahat karena menyiapkan acara sampai malam hari, bahkan menjelang pagi dan tidak sempat sarapan sebelumnya. Hal ini menjadi evaluasi bagi kami untuk melakukan perencanaan yang lebih baik ke depannya. Walaupun dalam perencanaan kami sangat diproses dan sempat merasa ragu apakah home visit ini bisa berjalan dengan baik, Tuhan yang menyadarkan kami bahwa kekuatiran kami adalah sia-sia, karena rancangan Tuhan pastilah yang terbaik dan berkatNya yang melimpah kepada kami membuat kami tetap semangat untuk bisa menjadi berkat bagi sesama. Tuhan memberkati 🙂

Sharing Alumni: Overflowing Grace (3)

Pengobatan massal

Pengobatan massal dilaksanakan di gedung Puskesmas Banyudono yang baru. Pengobatan massal ini terdiri dari pendaftaran, pengukuran tekanan darah, dokter periksa, dokter konsultasi, laboratorium dan apotek. Pada awalnya, alurnya sempat kurang teratur karena pasien sudah terlebih dahulu datang sebelum jam yang ditentukan, dan tim kami dari Semarang baru datang tepat jam 9, tetapi puji Tuhan semua perlahan tertangani dan menjadi teratur sampai acara selesai. Penanggung jawab PMKK yang sudah datang terlebih dahulu langsung mengatur antrian pasien sambil menunggu tim kami lengkap dan siap.

1454649125661
MKFK mengantar pasien ke ruang yang telah ditentukan.

Acara dimulai jam 9.30, pasien mulai dipanggil masuk sesuai antrian. Awal menuju ke pendaftaran sekaligus diperiksa tekanan darahnya, kemudian menuju ke dokter periksa, dilanjutkan ke dokter konsultasi sambil menunggu obat. Dokter periksa terdiri dari 9 orang, sedangkan dokter konsultasi terdiri dari 6 orang. Di ruang dokter periksa, pasien dianamnesis, diperiksa dan diberi resep obat. Kemudian pasien menuju ke dokter konsultasi, disini pasien diedukasi dan diizinkan untuk bercerita dan mencurahkan isi hatinya tentang kehidupan sehari-hari, sambil menunggu obat mereka datang.

1454649138244
Pemeriksaan tekanan darah setelah melakukan pendaftaran.
1454649118681
Dokter alumni PMKK mendoakan pasien di bagian konsultasi.

Pada bagian dokter konsultasi inilah kami bisa berbagi Injil dan mendoakan mereka, awalnya sempat kuatir mengingat waktu dan kondisi, namun ternyata semua berjalan dengan sangat lancar. Banyak kesaksian yang diceritakan dalam konsultasi ini, para pasien dengan mudahnya menceritakan kehidupan mereka dengan gamblang dan mereka tampak senang karena ada yang mau mendengarkan cerita dan keluh kesah mereka. Para dokter konsultasi kemudian meminta izin untuk mendoakan mereka satu persatu dan secara tidak terduga, semua mau didoakan dan banyak yang menangis karena merasakan sentuhan kasih. Pasien diberkati, dan dokter konsultasi pun mempunyai pengalaman baru. Dari sinilah kami diingatkan jadi dokter jangan lupa untuk melayani dan menyentuh mereka juga dengan hati dan secara  keseluruhan, bukan hanya secara fisik. Setelah didoakan kami memberi bunga kepada para pasien, dan mereka melanjutkan menuju pasar murah/sembako.

bersambung

Sharing Alumni: Overflowing Grace (2)

1454649123454
Panitia dan peserta Overflowing Grace berdoa sebelum acara dimulai.

Sejak saat itu, Tuhan mengajari saya untuk memulainya dengan hal simpel, dari tiap momen ulang tahun saya, Tuhan menaruh kerinduanNya untuk saya mengerjakan sesuatu persembahan sebagai ucapan syukur bagi Tuhan, yang kiranya dapat menjadi berkat untuk orang lain. Dalam dua puluh tahun perjalanan hidup saya, Tuhan sudah begitu banyak memberikan yang terbaik, kehidupan bahkan masih bisa bernapas sampai hari ini dan menjadi seorang dokter, semuanya pemberian Tuhan yang cuma-cuma, karena anugerah. Dari situ di setiap ulang tahun saya, saya mulai mengerjakan bakti sosial sambil melakukan pelayanan Injil kepada masyarakat, mulai dari mendoakan dan membagi makanan kepada pasien-pasien di rumah sakit, bakti sosial ke panti asuhan, semua hanya untuk kemuliaan nama Tuhan. Tuhan mengajar saya untuk melayani mereka dan membawa jiwa-jiwa ini kembali ke hadirat Tuhan, untuk tidak hanya menjadi dokter tetapi bisa menjadi berkat untuk mereka dapat mengenal kasih Tuhan yang luar biasa ajaib.

Saya bersyukur di bertambahnya umur saya yang ke-24 ini Tuhan izinkan saya untuk mengerjakan aksi sosial bersama di Boyolali, wahana internsip saya. Acara ini termasuk acara yang lumayan besar dan butuh persiapan yang tidak sebentar, tetapi sangat sebanding dengan hasil dan dampaknya bagi masyarakat Boyolali. Kami bersyukur bisa melayani di sana, bukan sekedar menjalankan tugas internsip tetapi diberi kesempatan dan anugerah untuk bisa menjadi berkat bagi masyarakat Boyolali.

Dari sinilah saya mengerti apa destiny yang Tuhan taruh dalam kehidupan saya, profesi apapun selanjutnya ke depan yang Tuhan izinkan saya jalani, Tuhan merindukan saya menjadi seorang dokter yang memperkenankan hati Tuhan, agar kehidupan saya ini dipersembahkan seluruhnya untuk Tuhan dan sesama, sehingga dapat menjadi berkat buat banyak orang. Dokter yang memperkenankan hati Tuhan bukan sekadar dokter yang menjalankan profesinya, tetapi juga mengerti dengan tepat hati Tuhan dan kerinduanNya untuk kita kerjakan dalam kehidupan ini, yang kita kerjakan tanpa banyak kompromi dan sungguh-sungguh dari hati kita untuk Tuhan. Kehidupan yang dipersembahkan untuk Tuhan dan orang lain berarti siap untuk berkorban, mengesampingkan kepentingan sendiri untuk orang lain supaya mereka bisa mengenal Tuhan dan kasihNya serta diberkati. Ini bukan hal yang mudah, tetapi bersama dengan Tuhan kita pasti bisa, yang terpenting adalah hati yang mau terus belajar untuk dididik dan diproses.

bersambung