Sharing Alumni: Overflowing Grace (1)

Oleh dr. Raissa Vaniana Hartanto

Aksi sosial bersama di Boyolali dengan tema “Overflowing Grace” ini diadakan pada hari Minggu, 17 Januari 2016 di Puskesmas Banyudono I  Kabupaten Boyolali. Saya, Raissa  Vaniana Hartanto selaku ketua acara sangat bersyukur kepada Tuhan atas terlaksananya acara ini, sungguh hanya karena anugerah Tuhan acara ini bisa berlangsung dan memberkati banyak orang. Acara ini merupakan kerinduan bersama dari Persekutuan Dokter Internsip Boyolali yang kami percaya juga merupakan kerinduan hatiNya untuk kami kerjakan dan jadi berkat di Boyolali. Kami mengambil tema “Overflowing Grace” karena kami merasakan anugerah yang terus berlimpah dan mengalir yang Tuhan berikan buat kami, dan karena itu kami rindu untuk juga menjadi saluran berkat bagi masyarakat Boyolali. Acara ini banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, yaitu alumni PMKK beserta para pengurus, para MKFK, staf Puskesmas Banyudono I, dan pihak-pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.  Saya sangat percaya semua terjadi karena campur tangan kuasa Tuhan yang nyata, karena kami sungguh tidak mampu jika melaksanakan ini sendiri, dan dengan melihat banyaknya pihak yang ikut mewujudkan acara ini, begitu terasa pengalaman bersama Tuhan yang luar biasa. Acara ini bukan hanya berjalan lancar, tetapi banyak pihak yang diberkati dan merasakan kasih Tuhan yang nyata dalam hidup mereka.

1454649131368
Panitia dan peserta pada pelayanan Overflowing Grace

Saya rindu untuk berbagi di sini mengenai pergumulan awal dan kerinduan hati kami untuk acara ini bisa dilaksanakan, karena bila semua dilakukan dengan hati bersama Tuhan akan jadi sesuatu yang tidak biasa dan berbeda.

Kegiatan ini berawal dari kerinduan saya untuk dapat saya kerjakan di ulang tahun saya tahun ini. Ketika saya berulangtahun yang ke-20, sekitar 4 tahun yang lalu, Tuhan menegur serta mendidik hati dan pikiran saya mengenai perbedaan dua hal. Yang pertama adalah cita-cita/profesi, yang kedua adalah destiny/tujuan hidup. Cita-cita dan profesi kita semua tentunya menjadi seorang dokter, tetapi sebenarnya kita juga harus mencari destiny kita di dalam kehidupan ini. Sebenarnya ada destiny yang Tuhan taruh dalam tiap hati kita untuk dikerjakan sehingga kehidupan kita ini menjadi berarti  buat banyak orang maupun Tuhan sendiri. Ada nilai dan arti dalam kehidupan yang kita jalani ini. Dan semakin hari Tuhan bukakan tentang destiny ini, bahwa ada rencana Tuhan yang Tuhan ingin untuk kita kerjakan dalam kehidupan ini.

bersambung

Kembali ke RencanaNya

Ezra 2: 1-2 “Inilah orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang dari pembuangan, yakni para tawanan, yang dahulu diangkut ke Babel oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya. Mereka datang bersama-sama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Seraya, Reelaya, Mordekhai, Bilsan, Mispar, Bigwai, Rehum dan Baana. Inilah daftar orang-orang bangsa Israel.”

Selamat datang di yellow pages-nya kitab Ezra! Firman seperti yang di atas mungkin menjadi ayat-ayat yang paling sering dilompati oleh pembaca Alkitab. Bahkan, saya yakin pernah terlintas di pikiran kita pertanyaan seperti “Apa pentingnya ayat-ayat seperti ini? Apa hubungannya dengan saya?” Izinkanlah saya memberitahukan sebuah pewahyuan Roh Kudus: ayat-ayat yang berisi daftar nama yang membosankan hanya membuktikan bahwa Tuhan kita adalah Allah yang sangat pribadi dan setiap orang berharga di mataNya! Tak satu pun nama yang dilewatiNya begitu saja.

Setiap kali membaca ayat-ayat tersebut, saya merasakan kasih Tuhan. Bisa saya bayangkan setiap nama pasti menyimpan 1001 macam memori suka dan duka. Di dalam setiap nama, terkandung 1001 perasaan Allah. Untuk setiap nama tadi, yang kurang berarti bagi kita, Yesus mau datang ke dunia dan disalibkan sekali lagi. Maka, jangan sekali-kali merasa bahwa Tuhan telah melupakan diri kita. Setiap kali membaca nama-nama itu, ingatlah namamu dan namaku. Tuhan memanggil nama kita, sebab Dia punya rencana.

Seperti mereka yang disebut di ayat-ayat itu, bagaimanakah agar nama kita termasuk di dalam daftar orang-orang yang berjalan dalam rencanaNya? Inilah rahasia mereka:

1. Taat kepada panggilan untuk dipakai Tuhan

Cobalah perhatikan nama-nama tersebut. Siapakah sesungguhnya mereka? Merekalah orang-orang yang taat untuk kembali ke rencana Tuhan. Merekalah segelintir orang Israel yang masih menanggapi panggilan Tuhan yang mulia atas hidup mereka. Janganlah kita puas sekedar bergereja saja. Naiklah ke level yang lebih tinggi, yaitu ke dalam hitungan orang-orang yang tidak menyia-nyiakan kasih karuniaNya. Kepada hamba-hambaNya yang “secara sengaja” rindu untuk dipakai lebih oleh Allah, rencanaNya pasti terjadi!

2. Berdoa untuk koneksi Tuhan

Inilah sebuah pemikiran yang sederhana: jika ada sebuah daftar nama, itu berarti mereka tidak sendirian, bukan? Sebab ada lebih dari satu nama. Ternyata, untuk dapat masuk ke dalam rencana Tuhan yang lebih dalam, kita membutuhkan orang lain! Oleh sebab itu, berdoalah agar Tuhan hubungkan kita dengan orang-orang lain yang juga sedang aktif berjalan dalam rencanaNya. Berdoalah agar kita tidak tersesat hingga bertemu dengan orang-orang yang salah di waktu dan tempat yang salah. Tuhan pasti akan mempertemukan kita di air yang tenang dan rumput yang hijau di bawah penggembalaanNya!

3. Melihat orang di sekeliling sebagai potensi

Perhatikanlah rombongan orang Israel yang mengikuti Ezra tersebut. Mereka terdiri dari bermacam-macam latar belakang dan status—mulai dari para imam, orang-orang lewi, para penyanyi, kaum penunggu pintu gerbang, para budak di bait Allah, keturunan para hamba Salomo, hingga sekelompok orang yang dikucilkan karena tidak tercatat dalam silsilah keluarga serta dianggap tidak tahir untuk jabatan imam. Intinya adalah janganlah pernah meremehkan orang, siapapun mereka. Setiap kali kita keluar dari rumah, pandanglah orang sekeliling kita sebagai potensi. Mengapa demikian? Sebab kita tidak tahu yang mana dari mereka yang akan membawa rencana Allah yang lebih indah untuk kita—yang mana yang akan melayani kita, dan yang mana yang akan kita layani. Siapa tahu Tuhan mengutus orang itu untuk membawa kasih karunia kepada kita, sebab setiap manusia adalah aset sorga dan “agen rahasia” dari Tuhan!

Milikilah komitmen untuk menghargai setiap manusia yang Tuhan kirimkan kepada anda dan kasihilah semua orang. Tuhan pasti akan memberikan hikmat agar anda dapat “mengelola” setiap hubungan yang Ia sudah dan akan percayakan. Tentu tidak semua orang—yang sekedar lalu-lalang di hidup ini—harus anda perhatikan, sebab hidup terlalu singkat. Fokuslah dahulu pada keluarga di rumah, lalu bertanggung-jawablah di dalam gereja di mana anda digembalakan dan tempat kerja di mana anda ditempatkan. Pada akhirnya, setiap manusia itu akan menjadi kejutan yang mulia dan kesaksian yang indah di dalam hidup anda. Dan nama anda, tentunya, akan menjadi yang teristimewa dalam kamus rencanaNya!

Oleh Ps. Philip Mantofa

HUT PMKK 35: Be Fruitful!

HUT PMKK ke-35 kali ini mengangkat tema “Be Fruitful” dengan ayat pegangan Yohanes 15:16 “Bukan aku yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” Panitia menyadari bahwa selama ini Tuhan sudah banyak memberkati PMKK hingga 35 tahun. Saatnya PMKK menghasilkan buah yang dapat dilihat orang lain dan berdampak bagi sesama.

Untuk itu, panitia mempersiapkan HUT PMKK ke-35 ini sejak awal kepengurusan. Sehingga sejak bulan Maret 2015 panitia telah mengadakan survei ke desa Kenteng, kecamatan Sumogawe, kabupaten Semarang. Saat kami berkunjung, kami disambut hangat oleh Ketua RT sekaligus Gembala Gereja di sana. Kami diizinkan untuk mempersembahkan pujian dan berkeliling melihat apa yang dibutuhkan dari desa Kenteng untuk kami kerjakan. Masih ada banyak rumah di sana yang menyatu dengan kandang ternak dan menurut Bapak Gembala, pengelolaan kotoran hewan di sana belum baik. Akhirnya, Baca lebih lanjut

Renungan Januari: Menjadi Hamba Yang Setia

MATIUS 24:45-46

Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? “

“Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.”
Di masa ini,di akhir dari zaman,kita perlu tahu setiap bagian kita dan lebih lagi, kita harus mengerjakan dengan maksimal. Jangan sampai kita didapati tidak mengerjakan bagian kita. Karena firman berkata berbahagialah orang yang didapati melakukan pekerjaannya saat Tuannya datang.
Kenali,pelajari apa yang jadi jatah kita, apakah hanya sebagai dokter? Atau menjadi dokter sekaligus penginjil? Atau menjadi dokter yg menjadi bendahara kerajaan Allah? Atau panggilan2 yang lain?
Setelah kenali,kita perlu kerjakan.
Mengerjakan bagian kita tidak hanya asal mengerjakan,asal selesai. Kerjakan semua melebihi tuntutan yang ada. Service excellent.

KOLESE 3:23

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusis.”
Misalkan,kita diminta menjadi dokter presiden, bukankah kita akan berusaha sebaik2nya, tidak ada banyak ijin, tidak asal2an.
Saat kita menyadari kita bekerja untuk presiden saja kita akan berusaha maksimal,apalagi kalau kita menyadari kita bekerja untuk Raja segala raja,pemilik alam semesta. Bukankah kita akan lebih lagi bekerja gila2an, memberikan yang terbaik,all out dari hidup kita?

Kerjakan semua bagian kita, besar ataupun kecil, baik di rumah sakit, di gereja, di masyarakat. Jangan ditunda, jangan dianggap sepele, Ingat kita ini pelayan yang sedang menanti kedatangan Tuan kita.

 

Sharing : Berilah yang Terbaik untuk Tuhan

Sharing dari Frederica Vania

Halo adik, salam kenal, namanya siapa? Dari angkatan berapa? 

Haloo salam kenal kakkk. Aku Vania dari angkatan 2013 hehe

Gimana sih cerita awalnya kamu bisa pilih FK dan di undip? Dan bagaimana penyertaan Tuhan yang kamu rasakan? Ceritakan ya.

Aku dari dulu emang mau jadi dokter, jadi pas milih jurusan ga bingung lagi langsung pilih FK. Aku masuk FK Undip lewat jalur SBMPTN. Karena aku asli Jakarta, pilihan pertama aku adalah FK UI. Pilihan kedua FK Unair. Emang dari dulu udah ngincer dua universitas itu. FK Undip itu pilihan ketiga aku. Alasan aku pilih Undip juga sebenernya cuma random aja, cuma ‘asal’ ngisi aja biar gak sayang (soalnya ada 3 slot, sayang kalo aku cuma pilih 2) sebenernya aku ga pernah tau menau apapun tentang Undip hehe. Temen2ku bilang ga mungkin keterima kalo naro FK di pilihan ketiga. Ditambah lagi saingannya banyak dan pinter2 semua kan, chance nya pasti kecil. Tapi Puji Tuhan, akhirnya aku bisa masuk ke FK Undip terlepas dari apapun yang orang bilang 🙂

Menurut kamu nih, pmkk itu apa? Dan pengalaman apa yg paling berkesan buat kamu ketika kamu ada di pmkk? 

Menurutku PMKK itu udah kayak keluarga kedua sih. Belum pernah ngerasain ada komunitas yang seakrab ini, saling support dan saling membantu. Terus, PMKK juga tetep membantu aku buat ga keluar ‘track’, artinya kehidupan rohani aku terus dijaga di PMKK, melalui PJS, PU, dan yang terutama KTB. Pengalaman berkesan mungkin MPP kali yaa :p waktu latihan rasanya capek banget tiap hari pulang malem, belom lagi tugas banyak. Tapi pas udah tampil rasanya lega banget, bisa all out dan yang terpenting itu buat memuji Tuhan hehe.

Apa aja sih yang bisa kamu dapatkan di pmkk?

Aku belajar banyak hal karena masuk PMKK. Di PMKK aku belajar sate teratur, belajar bible reading, belajar pelayanan dan lain2. Dari kecil aku sekolah di sekolah Kristen, tapi menurutku aku belajar banyaknya ya di PMKK

Ceritain dong salah satu pengalamanmu bersama Tuhan di FK yang menurutmu paling berkesan sampai sekarang 

Menurutku semua pengalamanku di FK itu merupakan perjalananku bersama Tuhan. Ga mungkin aku bisa sampe sejauh ini kalo ga Tuhan yang bantu aku. Mungkin yang sangat berkesan pas tahun pertama kuliah, disitu aku bener2 struggle banget sama adaptasi dan matkul2 kedokteran yang asing. Mungkin lebay ya kedengerannya tapi pas itu aku beberapa kali hampir mau nyerah rasanya, ditambah lagi aku sering sedih gara2 homesick terus. Tapi akhirnya aku belajar buat berserah, belajar buat mengandalkan Tuhan, dan pada akhirnya aku bener2 merasakan pertolongan Tuhan disitu :’)

Pesan-pesan apa yang kamu mau kasih buat teman2 dan sodara pmkk yang masih kuliah nih dan buat kakak2 alumni yang udah jadi dokter? 

Buat temen2 yg masih kuliah, ayo kita sama2 semangatttt!! Capek dan males itu manusiawi, tapi kalo mulai lelah inget motivasi kita harus buat Tuhan, berilah yg terbaik bukan buat dirimu sendiri tapi buat Tuhan dan buat membahagiakan orang tua 🙂 jangan lupa berserah total, disitu lah kamu akan merasakan pertolongan Tuhan.

Buat kakak2 dokter, manfaatkan profesinya buat melayani dengan sebaik2nya ya kakk. Kerjakan semuanya dengan sukacita hehe. Jangan lupa main2 ke PMKK buat ngasih sharing2 dan pengalaman ke adek2nya hehehe. God bless PMKK 😀