HUT PMKK 35: Be Fruitful!

HUT PMKK ke-35 kali ini mengangkat tema “Be Fruitful” dengan ayat pegangan Yohanes 15:16 “Bukan aku yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” Panitia menyadari bahwa selama ini Tuhan sudah banyak memberkati PMKK hingga 35 tahun. Saatnya PMKK menghasilkan buah yang dapat dilihat orang lain dan berdampak bagi sesama.

Untuk itu, panitia mempersiapkan HUT PMKK ke-35 ini sejak awal kepengurusan. Sehingga sejak bulan Maret 2015 panitia telah mengadakan survei ke desa Kenteng, kecamatan Sumogawe, kabupaten Semarang. Saat kami berkunjung, kami disambut hangat oleh Ketua RT sekaligus Gembala Gereja di sana. Kami diizinkan untuk mempersembahkan pujian dan berkeliling melihat apa yang dibutuhkan dari desa Kenteng untuk kami kerjakan. Masih ada banyak rumah di sana yang menyatu dengan kandang ternak dan menurut Bapak Gembala, pengelolaan kotoran hewan di sana belum baik. Akhirnya, Baca lebih lanjut

Retreat PMKK “Heart Renewal”

Sharing oleh Cindy, PMKK 2013

Syallom kakak-kakak, adik-adik, saya mau sharing sedikit tentang Retreat kita nih 🙂

20151202153037

Puji Tuhan, kemarin tanggal 30 Oktober – 1 November 2015 PMKK telah mengadakan retreat. Tahun ini spesialnya adalah kita retreat bersama teman-teman dari Program Studi Ilmu Gizi (PSIG) dan Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) dibawah naungan BSO PMK FK.

Retreat kali ini mengambil tema “Heart Renewal : From Inside to Outside”. Nah, seperti temanya, setelah mendoakan, kami panita rindu agar setiap peserta retreat nanti dapat mengalami pembaharuan hati dari dalam sampai terpancar ke luar, yang nantinya bisa dilihat oleh orang  lain. Panitia juga rindu khususnya untuk membekali adik-adik 2015 dalam menjalani kehidupan FK nantinya melalui setiap sesi retreat.

Pergumulan panitia kalau mau disebutkan satu – satu banyak sekali, salah satunya karena ini retreat perdana yang bergabung dengan teman-teman gizi dan keperawatan yang cenderung sebelumnya kami belum saling kenal, dan jadwalnya berbeda-beda. Selain itu luar biasanya lagi, menjelang hari retreat, pihak yang menyelenggarakan MAGA (magang kelembagaan di jurusan Program Studi Pendidikan Dokter) mengadakan acara di pagi hari, di waktu acara retreat berangkat menuju Green Valley, Bandungan. Terjadi juga, jadwal ujian 2015 yang akan dilaksanakan tepat 1 hari setelah retreat. Wahhhh, dari kami panitia kalau boleh dibilang dagdigdug dan pusing sekali waktu itu. Tapi penyertaan Tuhan benarlah dahsyat, semua masalah boleh selesai, dan kami bisa tetap mengadakan retreat sesuai jadwal.

Sesi retreat sendiri ada 5 yaitu “ I’m Yours”, “Deeper in Love”, “Leaving the Dark”, “The Helper”, dan terakhir “Light the World”. Kalau dicermati, setiap sesi disusun sehingga peserta retreat dibaharui dari dalam hingga keluar, mulai dari kebenaran tentang keselamatan, bagaimana cara membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, pemulihan hati, peran Roh Kudus dalam hidup kita orang percaya, dan apa yang kita lakukan setelah kita mengalami pembaharuan hati.

Puji Tuhan, respon teman-teman peserta setelah mengikuti retreat sangat positif, bahkan ada yang sampai minta retreat tahun depan jadi 3 hari 2 malam hahaha… Kami senang bisa lebih saling mengenal satu sama lain dalam retreat ini, dan yang terpenting mendapat sesuatu dan merasakan hadirat Tuhan di setiap sesi retreat 🙂

Nah, sekian sharing saya tentang Retreat, semoga bisa tetap diadakan setiap tahun, tapi jangan sampai hanya jadi rutinitas PMKK ya hehehe… Semoga panitia tahun depan bisa lebih baik lagi dari kami, dan nama Tuhan saja yang dipermuliakan!

God Bless You

KKR “Gusti Yesus Mboten Sare” – Sharing

Sharing oleh dr. Fransiska Sutrisno

1 Petrus 5:7 (TB) “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu.”

Halo kakak-kakak dan adik-adik yang saya amat sayangi. Di sini saya ingin sharing tentang acara KKR yang baru-baru ini diadakan oleh PMKK Alumni, pada tanggal 18 Oktober 2015 di Gereja Advent Kopeng Salatiga dengan tema “Gusti Yesus Mboten Sare” yang dihadiri oleh para alumni, adik-adik PMKK, dan tentunya warga desa di Kopeng yang kami undang. Ini merupakan salah satu dari rangkaian acara memperingati HUT PMKK kami yang ke 35. Lewat acara ini kami sungguh rindu bisa memberkati warga-warga, bahkan setiap orang yang hadir dapat dikuatkan dan mengenal Yesus sebagai Pribadi.

Dari awal persiapan, kami sebagai pengurus PMKK Alumni pun mengalami hal-hal yg luar biasa bersama Tuhan Yesus. Kami ber-10 merasa sangat terbatas, karena memang kami berada di tempat yang terpisah, kami tidak bisa bertatap muka, kami mempersiapkan acara ini, serta berdoa bersama hanya lewat telepon dan sosial media. Tetapi kami benar-benar sadar bahwa kami punya Tuhan yang hidup dan luar biasa bahkan Dia yang menyediakan apapun yang kami pun terkadang lupa.

Sejak yang awalnya tidak tahu apa-apa, Tuhan tuntun kami sampai mendapatkan tema, pembicara, dan tempat. Bahkan untuk sound system pun Tuhan kirim seorang anak Tuhan, yang saat mengetahui alatnya akan digunakan untuk acara rohani, dia segera membantu dan memberi harga yang khusus buat kami. Selain itu, untuk cinderamatanya pun Tuhan menyediakan orang yang berkenan menolong, menyediakan dengan waktu yang singkat dan hasilnya bagus.

Ini pengalaman yg sangat luar biasa buat kami pengurus. Kami dibuat Tuhan untuk mengalami kasihNya terlebih dahulu seperti tema yang diangkat di KKR ini, bahwa Tuhan sungguh tidak pernah tidur dan Dia benar Pribadi yang menyediakan. Pada acara KKR kali ini kami bekerjasama dengan mahasiswa dan staf dari STT Alfa Omega, yang melayani sebagai WL dan pemusik, sedangkan kami sebagai panitia penyelenggara dan tim pendoa. Pembicara di KKR ini adalah Dr. Tri Astuti.

Akhirnya ketika acara ini dimulai, kami melihat begitu nyata semangat dan antusias dari warga yang datang untuk menyanyi buat Tuhan, sekalipun mungkin mereka punya beban dan masalah masing-masing, itu semua tidak membuat mereka bernyanyi dengan setengah hati. Terkadang kita yang tidak punya beban masalah sebesar mereka saja, masih sulit untuk memuji Tuhan dengan semangat.

Merasakan Tuhan hadir dalam acara ini, dari firmanNya kita diingatkan kembali bahwa terkadang kita seperti murid-murid Yesus yang menjadi panik ketika diterpa angin badai kencang, padahal mereka berada di kapal bersama dengan Yesus. Sampai Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa kamu takut, hai kamu yang kurang percaya?” Padahal Tuhan Yesus sendiri yang berkata bahwa Dia akan selalu memelihara anak-anakNya. Di samping itu, kami pun juga belajar untuk mendoakan para warga.

Nah, dari seluruh persiapan hingga acara dan selesai, kami benar-benar melihat dan mengalami kalau Tuhan Yesus tak pernah tidur. Dia Pribadi yang paling peduli dan mengerti. Bahkan apa yang kita tidak sadari pun Dia tahu dan akan mencukupi. Memang, Ia menolong bukan dengan cara dan waktu kita, tetapi dengan cara dan waktuNya sendiri. Bagian kita adalah mengerjakan bagian kita dengan maksimal, lalu menyerahkan total ke Tuhan, dan percaya kalau Dia punya kuasa untuk menyempurnakan segalanya. Ayo marilah kita belajar percaya. Apapun yang sedang kita hadapi, mari percaya bahwa Tuhan menyediakan segalanya. Live by Faith? Amin.

“Pergunakanlah Waktu Yang Ada” (Sharing PD-Coass)

Oleh : Mejestha – PMKK 2012

time_manage_c

Kali ini saya ingin sharing tentang PD coass, yaitu pembekalan dan persekutuan doa yang diperuntukkan bagi kakak-kakak yang sesaat lagi akan memasuki dunia coass. Di sini, saya memfokuskan pada PD coass yang kedua, karena ada tiga kali PD coass yang dilaksanakan nantinya. Awalnya, kami khawatir menentukan tanggal untuk persekutuan ini, terutama untuk PD coass yang kedua, karena jadwal kakak-kakak 2011 yang belum pasti. Tetapi, puji Tuhan, dari Departemen Misi dan P&K akhirnya dapat menentukan tanggal yang tepat, yang harapannya semua kakak-kakak bisa ikut hadir di persekutuan ini, mengingat pada PD coass yang pertama, hanya sedikit kakak-kakak yang hadir. Namun, semua hal yang terjadi tetap perlu disyukuri.

Banyak pergumulan yang dirasakan Departemen Misi dan P&K dalam melaksanakan PD coass ini. Mulai dari takut kakak-kakak yang datang sedikit, pembicara, hingga waktu dan tempat. Namun, sekali lagi, Tuhan menunjukkan rencana-Nya yang luar biasa. Saat itu, satu per satu kakak-kakak datang. Kak Abba yang menjadi pembicara, bisa meluangkan waktunya di sela kesibukannya di rumah sakit, hingga kami harus melaksanakan PD coass di RS Columbia pada waktu itu. Banyak hal yang kami takutkan terjadi, tetapi Tuhan mengubah ketakutan kami dengan cara-Nya sendiri untuk kami bisa melakukan pelayanan ini.

Selain bagaimana Tuhan bekerja dalam melaksanakan pelayanan kami di PD coass ini, saya juga ingin membagikan Firman yang boleh saya dengarkan saat PD coass waktu itu. Saya dihentakkan kembali oleh Tuhan tentang waktu. Bagaimana waktu begitu penting dalam hidup walaupun diberikan secara cuma-cuma. Banyak hal yang mau dikerjakan tetapi waktu tidak akan pernah bertambah. Hal ini membuat kita perlu menyusun prioritas agar waktu yang dianugerahkan Tuhan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Di dalamnya, kita perlu bijaksana dalam menentukan prioritas: HPDT, KTB, persekutuan, pelayanan, studi, atau keluarga.

Rasul Paulus membahas dalam Efesus 5:1-16, bagaimana di dalam hidup menjadi anak terang, kita perlu mempergunakan waktu yang ada seperti orang arif, bukan seperti orang bebal karena hari-hari ini adalah jahat. Oleh karenanya, perhatikan bagaimana kita hidup. Apakah sudah berkenan di hadapan Tuhan? Apa kita masih mengikuti arus dunia yang jahat? Atau apakah kita masih membuang-buang waktu untuk sesuatu yang kurang berdampak bagi orang di sekitar kita?

‘’, di sini Paulus mau menegaskan bahwa kehidupan ini fana dan akan berakhir sampai dimana kita tidak bisa melakukan apapun lagi dan tinggal mempertanggungjawabkan apa yang kita lakukan di hadapan Tuhan.

Begitu pula dengan profesi kita sebagai dokter nantinya. Akan ada banyak tugas dan tanggung jawab yang besar yang tak jarang berhubungan dengan nyawa seseorang. Dari sinilah, kita diajar untuk mencoba menghargai waktu. Bukan hanya pada saat kita jadi dokter nantinya, tetapi bisa dimulai dari sekarang. Teruntuk kakak-kakak yang mau menempuh dunia coass, waktu yang ada mungkin tidak cukup untuk bikin tugas, jaga, waktu untuk tidur dan bersantai, serta waktu untuk Tuhan yang kadang menjadi prioritas kita paling akhir. Namun, kita jangan mau diperdaya oleh ‘hari-hari yang jahat’. Biarlah Tuhan yang jadi prioritas utama kita. Karena dengan Tuhan yang berkuasa penuh atas hidup kita, segala hal yang kita kerjakan dalam waktu yang terbatas ini akan dapat terjadi dengan cara-Nya yang luar biasa.

Semoga bermanfaat. Tuhan memberkati.

Gereja Adalah Orangnya

Business development - Closeup of hands holding seedling in a group

Oleh : dr. Nhana, Malinau-Kalimantan Utara

Aku gereja, kaupun gereja, kita sama-sama gereja. Dan mengikut YESUS di seluruh dunia, kita sama-sama gereja. Gereja bukanlah gedungnya dan bukan juga menaranya, bukalah pintunya, lihat didalamnya, gereja adalah orangnya”

Ini adalah kutipan lirik lagu yang telah ku dengarkan sejak jaman aku masih kecil dan lagu ini selalu menjadi rema meski sejak dulu aku sebenarnya tidak begitu paham maksud dari lirik lagu ini.

Beberapa bulan yang lalu sempat ada kejadian di tempat kerjaku, pada saat itu ada acara konser yang diadakan oleh gereja kami dan karena mengundang artis rohani yang cukup terkenal dari ibu kota sehingga aku berniat mengajak salah seorang teman di tempat kerja yang juga nasrani untuk datang ke konser tersebut. Namun karena konser tersebut diadakan di gereja kami dan beliau bukan jemaat di gereja tersebut, sehingga beliau menyatakan tidak akan datang karena tidak mau ditarik menjadi jemaat gereja tersebut. Dalam hati sebenarnya ungkapan beliau begitu menusuk, padahal tidak ada niatan seperti itu sama sekali, namun akhirnya aku berusaha berpikir positif saja. Beberapa minggu yang lalu kejadian yang serupa tapi tak sama terjadi lagi, aku mendapatkan kabar dari salah seorang teman sepelayananku bahwa ada seorang teman kami yang dulu pernah menjadi partner dalam pelayanan yang menyatakan bahwa pelayanan yang kami kerjakan untuk membawa orang-orang yang kami layani masuk dan menjadi jemaat di salah satu gereja. Padahal aku dan temanku serta beberapa teman sepelayanan kami berasal dari gereja yang berbeda.

Sejak saat itu, lagu ini seperti berdengung begitu kuat di telinga. Sedih sebenarnya jika menjadi orang kristen hanya meributkan tentang aliran gereja ini atau gereja itu. Lagu ini mengingatkan kepadaku bahwa gereja itu sebenarnya bukan mengenai gedung dan menaranya, bukan tentang cara memuji dan menyembah Tuhan dengan bersorak-sorai dan ekspresif atau secara sendu dan tenang. Gereja adalah tentang orang yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan juru selamat. Masih banyak orang-orang yang belum mendengar injil dan kabar keselamatan, mau sampai kapan kita sebagai orang-orang yang sudah mendengar injil dan memiliki gedung gereja hanya meributkan tentang gedung dan jenis aliran gereja tertentu?

Matius 28:19 – 20 menyatakan Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-KU dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Ayat ini begitu jelas dimana Tuhan Yesus menyuruh kita orang-orang yang percaya dan menerima keselamatan untuk :

  1. Pergi
  2. Jadikan semua bangsa murid Yesus, bukan jadikan semua bangsa jemaat gereja tertentu
  3. Baptis mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh kudus
  4. Ajarkan mereja melakukan segala sesuatu yang telah Yesus perintahkan

Sudahkan sebagai orang-orang percaya kita melaksanakan apa yang Yesus amanatkan? Atau kita hanya menjadi seorang kristen egois yang tidak mempedulikan keselamatan orang-orang yang belum mengenal Yesus dan hanya mengurusi atau mempermasalahkan jenis/macam aliran gereja mana yang paling benar ? Selamat merenungkan. Tuhan Yesus memberkati.

Business development – Closeup of hands holding seedling in a group