Malam Puji-Pujian 2015

Bisa diceritakan MPP itu apa? Setiap kapan ada MPP dan siapa aja pesertanya? Apa tema MPP tahun ini?

MPP itu kegiatan tahunan yang diadakan PMKP, jadi MPP itu adalah malam puncak penutupan acara POR dan MPP. Peserta wajib angkatan baru, kalo tahun ini berarti 2014. Tapi kalau kurang orang, anak 2013 masih boleh ikut bantu. Tahun ini temanya “Satu Hati Satu Suara Mempermuliakan Tuhan bagi Indonesia”

Menurutmu apa tujuan dan harapan diadakannya MPP?

Menurutku sih MPP itu tujuan utamanya mempersatukan PMK di tiap fakultas sih kak. Kalo di FK kan berarti ada pendidikan dokter, gizi, dan keperawatan. Jadi, biar MKFK ngerasain yang namanya berjuang bersama buat ngasih yang terbaik buat Tuhan, dan biar makin akrab juga satu sama lain.

Ceritakan bagaimana awal persiapan dari latihan MPP di FK sampai akhirnya bisa tampil dan bagaimana hasilnya? Bagaimana respon dari adik-adik 2014 yang mengikuti?

Persiapannya sejujurnya ngga banyak waktu, cuma kurang lebih satu bulan. Jadi awalnya kami dari P&K milih Penanggung Jawab untuk MPP, seperti Penanggung Jawab musik, aransemen, kostum, dll. Habis itu, tiap PJ merekrut anggotanya buat bantu-bantu. Setelah itu dimulailah persiapan. Respon adik-adik antusias banget buat ikut MPP, terutama yang prodi gizi, soalnya mereka kuliah di kampus bawah tapi rela bela-belain naik ke Tembalang buat latihan.

Menurutmu apa suka duka yang dialami FK pada MPP kali ini?

Sukanya banyak banget! Seru-seruan sama teman-teman, bisa saling kenal & memuji Tuhan sama-sama. Dukanya mungkin waktu susah cari waktu latian, karena banyak mengorbankan waktu belajar gitu jadinya, tapi worth it hehehe 🙂

Menurutmu apa yang kamu pelajari dari acara MPP kali ini?

Aku belajar dari MPP tahun ini; kita dapat tanggung jawab yang besar dan awalnya kita bingung gimana caranya bisa handle itu.. Tapi terus percaya, terus berserah sama Tuhan.. Terus lakukan bagian kita dengan sebaik-baiknya, nanti pasti Tuhan yang tutupi kurangnya kita.. Terbukti dari MPP ini meskipun hectic banget tapi puji Tuhan akhirnya semuanya sukacita dan adik-adik angkatan 2014 bisa kasih performance yang terbaik buat Tuhan, bahkan Tuhan kasih juara favorit untuk FK, semua untuk kemuliaan Tuhan 🙂

Frederica Vania A
Penanggung Jawab MPP 2015

Gathering PMKK Alumni

Syalom PMKK dan PMKK alumni, saya Raissa Vaniana Hartanto biasa dipanggil Caca. Saya departemen acara dalam kepengurusan alumni PMKK. Saya dipilih sebagai ketua acara dalam acara gathering pada hari minggu yang lalu tanggal 26/04/2015. Pada awal saya diajak untuk bergabung sebagai pengurus alumni saya hanya ingin sekedar bergabung karena diajak. Begitu pula saat saya dipilih sebagai Ketua Acara Gathering Alumni PMKK. Awalnya saya hanya menerima ini sebagai tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh ketua kami,menyiapkan dan merencanakan acara gathering sebagaimana adanya seperti program kerja dalam kepengurusan. Sebenarnya kami merencanakan adanya gathering ini dengan spontan,karena kalau menunggu tahun depan dan ada dana tidak akan gerak dan terlalu lama.

Kami mulai berkumpul untuk rapat mempersiapkan gathering dari tempat, susunan acara, petugas, konsumsi, pembicara, dan undangan. Undangan kami bagi lewat sms, Line, FB dan Whatsapp tetapi masih sedikit yang respon dan mengkonfirmasi untuk mengikuti acara ini. Ada juga yang mengkonfirmasi tidak bisa datang karena berhalangan hadir pada hari itu. Semangat saya mulai turun karena hal ini, tetapi dari situlah Tuhan menegur dan memberikan kerinduan hatiNya pada saya. Tuhan mengingatkan saya ayat Kolose 3:23, 2 Korintus 4:5, Galatia 1:10. Ayat Kolose 3: 23 pasti kita semua juga tahu bahkan saya pun hapal, tapi sebenarnya ayat ini hanya sampai di pikiran dan pengertian saya saja. Dan Ketika Tuhan menegur, saya menangkap benar dalam hati saya dan saya mengalami bahwa lakukan tugas ini dengan segenap hatimu untuk Tuhan dan bukan untuk manusia,dikatakan segenap hati berarti seutuhnya (full) tidak setengah-setengah atau seadanya saja. Saya sangat suka dengan ayat berikutnya di 2 Korintus 4:5 dikatakan bukan diri kami yang diberitakan tetapi Tuhan Yesus dan kami cuma hamba, dan apakah motivasi kita mencari perkenan Tuhan atau perkenan manusia. Saya sering mendengar ayat ini, tetapi begitu Roh Kudus bekerja dalam hati saya, saya mengerti benar bahwa ayat itu bukanlah hal yang mudah tetapi saya mau mengalaminya bersama Tuhan.

Setelah itu kami berusaha mempersiapkannya dengan sebaik mungkin, tidak mau memberikan seadanya. Undangan secara tertulis kami buat untuk alumni sekitar Semarang. Kemudian di FB ada alumni yang tidak bisa datang dan beberapa meminta proposal kegiatan ini, bahkan kami tidak terpikir membuat proposal acara karena dana akan tertutup dari biaya pembayaran per orang bila mengikuti gathering. Akhirnya kami memutuskan untuk membuat proposal acara dan memberikan pada alumni melalui email juga secara langsung kepada alumni yang di Semarang. Itulah kerinduan di hati para pengurus bisa mempersatukan alumni PMKK Undip kembali di dalam Tuhan, dan kami percaya itulah kerinduan Tuhan yang diberikan buat kami.

Baca lebih lanjut

Sharing Alumni: dr. Purwanto AP, Sp.PK(K)

Sharing dr. Purwanto

Syalom, adik-adik saya di PMKK dan semua rekan-rekan alumni PMKK, perkenalkan saya dr. Purwanto AP, Sp.PK(K), izinkan saya untuk sedikit berbagi cerita tentang awal mula bagaimana ada PMKK di kampus kita dan pengalaman-pengalaman yang lainnya. Pada awalnya, PMKK di mulai dari saya, dr. Sudiro, dan dr. Agus Priyatno, waktu kami masih coass, waktu itu kami mengikuti sebuah training kepemimpinan dan persekutuan yang diadakan di Bandungan selama 3 hari dan dihadiri sekitar 30 peserta. Training tersebut dibiayai oleh sebuah yayasan dari Solo dan akhirnya kami semua bisa ikut. Di situ kami bertemu dengan pendeta dan pengajar sehingga kami mendapatkan banyak hal yang berarti. Dari situlah, awal mula dari kami bertiga, memiliki kerinduan di hati kami, mengapa tidak membuat sebuah wadah untuk bisa sama-sama bersekutu dan berkumpul, dan di situ kita bisa saling menguatkan satu sama lain di dalam Tuhan. Setelah selesai dari training, akhirnya kami memutuskan untuk membuat wadah yang di beri nama PMKK (Persekutuan Mahasiswa Kristen Kedokteran). PMKK inilah yang sebenarnya menjadi sebuah persekutuan kristen yang pertama kali berdiri di Universitas Diponegoro, yaitu pada 12 Oktober 1980. Baru setelah satu tahun berdiri, ada anggota dari kami yang akhirnya merintis untuk pembentukan PMKP (Persekutuan Mahasiswa Kristen Protestan) dengan diketuai oleh mahasiswa dari Fakultas Kedokteran. Saya sangat bersyukur dan melihat bagaimana Tuhan bisa bekerja untuk membentuk PMKK dan membawa kegerakan Tuhan di kampus kita. Dimulai dari PMKK kita membawa kegerakan Tuhan, lalu ke PMKP, sampai akhirnya ke seluruh fakultas di UNDIP sehingga mereka semua membentuk sebuah persekutuan seperti PMKK. Menurut saya, kita sebagai mahasiswa kristen sangat perlu wadah, seperti PMKK ini, karena mahasiswa ini adalah generasi penerus, sehingga mereka perlu menjadi orang-orang yang berguna bagi orang lain, yang membawa terang Kristus di dalam di hidup mereka, dan bisa saling membangun satu dengan yang lain di dalam Tuhan. Akhirnya kami pun membentuk persekutuan yang rutin. Waktu itu masih sedikit jumlahnya, kami bertiga yang awalnya mengelola, dan waktu itu kami juga sibuk coass, sehingga untuk bisa terus persekutuan, kami sering bergantian jaga di RSUP dr. Kariadi. Baca lebih lanjut

Sharing Alumni: dr. Omega Mellyana, Sp.A

Shalooom  kakak-kakak dokter alumni PMKK dan adik-adik PMKK yang saya kasihi. Perkenalkan nama saya dr. Omega Mellyana Sp.A, dan ijinkan saya berbagi sedikit sharing dan cerita pengalaman hidup bersama Tuhan, yang semoga dapat menjadi berkat untuk kita semuanya. Saya masuk ke kedokteran dan PMKK pada tahun 1989 dan lulus tahun 1996. Kemudian setelah lulus dokter, saya ditempatkan selama 3 tahun di Jayapura, setelah  itu saya mengambil spesialis anak di UNDIP juga dan lulus tahun 2004. Lalu setelah itu saya pergi ke Meulaboh, di Aceh, tempat di mana terjadi tsunami, dan kemudian saya kembali ke Semarang, diterima di Departemen Ilmu Kesehatan Anak dan saya mendalami bagian Nefrologi Anak. Sampai saat ini, saya sungguh sangat terkesan dengan Persekutuan Mahasiswa Kristen Kedokteran (PMKK), karena di saat itu, saya sangat merasa dikuatkan di dalam setiap langkah mengikuti program pendidikan dokter yang memang menurut saya itu cukup berat. Memang sejak dari SMA, saya sudah ingin menjadi dokter, kemudian saya mendaftar di FK UNDIP, dan saya ingin berkuliah di sana. Tetapi ketika di awal saya menjalaninya, saya merasakan banyak tantangan yang harus dilewati, begitu berat perjuangannya, banyak hafalannya, dan sepertinya harus terus membuka buku yang tebal-tebal, tetapi saya sangat senang ketika bertemu dengan kakak-kakak di PMKK, saya merasa terus dibimbing, didampingi, dan kami pun belajar untuk berjuang bersama-sama lewat berdoa dan belajar firman Tuhan. PMKK sangat berarti buat saya karena disitulah saya menemukan yang namanya persaudaraan, persahabatan, keluarga, sehingga kita bisa sama-sama saling membantu, menguatkan, dan berdoa satu dengan yang lainnya dan nama Tuhan dipermuliakan. Dan di PMKK pun saya menemukan kekuatan Tuhan, sehingga itulah yang sebenarnya memberikan kita semangat dan memampukan kita untuk terus melangkah, dan terus melangkah sampai akhirnya nanti lulus menjadi seorang dokter kristen.   Baca lebih lanjut

Sharing MMC: Tiga Minggu Pertama di Serukam

Oleh dr. Ratna Indriana Donggori dan dr. Estica Tiurmauli Sihombing

Syaloom, perkenalkan kami dr. Ratna Indriana dan dr. Estica Tiurmauli Sihombing, alumni FK UNDIP 2008, dan kami terpanggil untuk mengikuti MMC X yang diadakan oleh PMdN. Minggu pertama kami, kami habiskan di OMF, Cempaka Putih, Jakarta. Kami tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa Medical Mission Course yang diadakan oleh PMdN dan bekerja sama dengan RSU Bethesda Serukam adalah “real mission” and “this is a real mission trip”. Awalnya kami mengikuti MMC dengan niat dan motivasi untuk bagaimana menjadi dokter yang berkenan di hati Allah. Namun minggu pertama di OMF membuat kami tercengang dan shock, ternyata ini bukan sekedar “belajar mengetahui”. Lebih dari itu, ini “Belajar melakukan kehendak Allah”. “Calling” yang sering kali kami dengar saat PJS dari pendeta ataupun kakak-kakak senior ternyata bukan sekedar “calling” yang semu atau kamuflase. “calling” yang dimaksud adalah benar-benar dari ALLAH dan itu cukup membuat kami shock apakah benar kami bisa sungguh-sungguh mendengar “calling” yang dimaksud. Hari demi hari yang kami lalui di OMF membuat kami banyak belajar dan kami cukup banyak tahu bahwa kami tidak tahu apa-apa tentang Alkitab yang selama ini kami baca dan Allah serta pekerjaanNya yang selama ini kami sembah. Setiap pelajaran yang setiap hari kami dapat di OMF benar-benar menjadi bekal sebelum kami ke Serukam. Sampai akhirnya di hari terakhir kami di Jakarta, sempat terbersit dalam hati “Benarkah besok kami akan menginjakkan kaki ke Kalimantan untuk pertama kalinya? Benarkah kami benar-benar dapat menemukan “calling” yang dimaksud? Siapkah kami untuk bermisi?” Baca lebih lanjut